Ortu Wajib Dampingi Anak ke Sekolah

×

Ortu Wajib Dampingi Anak ke Sekolah

Share this article
Ilustrasi, seorang ayah mengantar anaknya di waktu pertama masuk sekolah. (dok. facebook)

GORONTALO – Masa libur sekolah telah usai. Kini waktunya menyambut tahun pelajaran baru. Senin (18/7) menjadi hari pertama masuk sekolah tahun pelajaran 2016–2017.

Hari ini (18/7), seluruh siswa baru mulai menjalani proses pembelajaran dengan suasana baru. Di hari pertama sekolah ini, para orang tua diimbau untuk mendampingi anak anaknya bersekolah.

Hal ini sebagaimana yang ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo Drs. H Weni Liputo MM.

“Kita sebelumnya sudah buat radiogram dan imbauan kepada semua orang tua, mulai TK, SD, SMP, SMA dan madrasah agar bisa mengantar anak ke sekolah sekaligus menerima informasi tentang sekolah,” kata Weni.

Menurut Weni Liputo, tujuan pendampingan orang tua tersebut yakni agar para orang tua sadar bahwa tanggung jawab orang tua bersama sekolah terhadap keberhasilan anak setelah jadi siswa tetap ada.

“Orang tua juga merupakan guru di rumah bagi anaknya setelah guru menjadi orang tua kedua di sekolah,” tegas Weni Liputo.

Sekretaris Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Drs. H. Amran Pahrun, M.Si menambahkan, pendampingan orang tua terhadap anak pada hari pertama sekolah ini sesuai dengan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Hari Pertama Sekolah.

Dalam surat edaran itu, disebutkan bahwa untuk mendorong tumbuhnya iklim pembelajaran yang lebih positif dan menyenangkan, Kemendikbud memandang perlu diadakan kampanye hari pertama sekolah yang mengajak orang tua mengantarkan anaknya pada hari pertama.

“Hari pertama sekolah juga menjadi kesempatan mendorong interaksi antara orang tua dengan guru di sekolah untuk menjalin komitmen bersama dalam mengawal pendidikan anak selama setahun kedepan. Selain itu, orang tua siswa juga nantinya akan menerima informasi informasi penting dari pihak sekolah untuk kelancaran proses pembelajaran,” jelasnya.