Jualan Di Bahu Jalan, Lapak Pedagang Daging Pasar Liluwo Ditertibkan

×

Jualan Di Bahu Jalan, Lapak Pedagang Daging Pasar Liluwo Ditertibkan

Share this article
PENERTIBAN- Pemerintah Kecamatan Kota Tengah dan unsur Satpol PP melakukan penertiban terhadap para pedagang daging di bahu jalan Pasar Liluwo, Senin (18/7). (FOTO : Wawan/GP).

Hargo.co.id GORONTALO – Sejumlah pedagang daging sapi yang menempati bahu jalan Pasar Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo ditertibkan Satpol PP dan unsur pemerintah Kecamatan Kota Tengah. Keberadaan mereka dianggap membuat kondisi Pasar Semraut serta telah memicu protes para pedagang lainnya yang berjualan di dalam Pasar.

Sebelumnya, protes dari para pedagang di dalam pasar dilayangkan ke kantor Pasar terkait hal ini. Menurut mereka, semestinya jika pemerintah ingin menjadikan Pasar Liluwo sebagai pasar yang tertib dan higenis, maka keberadaan para pedagang tersebut harus ditertibkan. Nytanya, seakan ada pembiaran. Tak hran bila semakin hari, para pedagang daging sapi kian menjamur di bahu jalan.

“Mungkin ini gara-gara pemerintah memang sengaja memberi izin kepada mereka. Kalau bukan, lalu kenapa mereka bebas berjualan. Ini tentunya menimbulkan tanda tanya yang sangat besar. Apalagi sekrang ini pasar masih dalam tahap penilaian untuk program pasar sehat,” ungkap Ketua Asosiasi Pasar, Jasman Abdjul.

Ketika dikonfirmasi Kepala Kantor Pasar, Kota Gorontalo, Budi Langgoah mengaku tidak pernah memberikan izin untuk penjual daging tersebut. Justru tempat tersebut khusus untuk parkiran. Tapi menjelang Idul Fitri baru-baru ini, karena kebutuhan daging meningkat, mereka diperkenankan berjualan hanya sampai lebaran. “Janji mereka hanya sampai setelah lebaran. Tapi ternyata sampai sekrang terus berlangsung. Makanya, langsung kami tertibkan saja,” ungkapnya.

Camat Kota Tengah, Norman Monoarfa menambahkan, penertiban yang dilakukan pemerintah Kota Gorontalo pada prinsipnya agar pengelolaan pasar bisa dikembalikan seperti semula. Ia mengaku sangat tidak setuju jika penjual daging sudah membuat lapak sendiri di luar pasar. “Kita sudah tindaki mereka. Kalau menjual daging silahkan saja. Tapi di dalam pasar. Itu ada tempatnya, dan gratis,” jelasnya.(wan/ar/hargo)