Vakum Dua Minggu, Yayasan-Manajemen RSI Gorontalo Dirombak

×

Vakum Dua Minggu, Yayasan-Manajemen RSI Gorontalo Dirombak

Share this article
Rumah sakit islam Gorontalo.

Hargo.co.id GORONTALO – Persoalan internal Rumah Sakit Islam (RSI) Gorontalo akhirnya menemui titik temu.

Setelah dua pekan tidak beroperasi hari ini RSI kembali bisa melayani pasien.

Keputusan tersebut diambil setelah adanya rapat bersama antara komite medik RSI, yayasan, pengawas yayasan, pengawas rumah sakit, dan instansi terkait bersama Pemerintah kota Gorontalo, Senin (18/7)

Kemelut di RSI Gorontalo ini merupakan kali ketiga. Sebelumnya pada 2013 RSI sempat ditutup karena adanya perselisihan antara manajemen dan pihak yayasan.

Namun kemelut kembali terjadi per tanggal 28 Juli lalu. Diawali dengan surat yang disampaikan komite medik Rumah Sakit Islam (RSI) Gorontalo, yang beranggotakan 15 dokter spesialis yang dilayangkan ke Pemerintah Kota Gorontalo.

Mosi tidak percaya tersebut, mendesak adanya penggantian Yayasan Kesejahteraan Umat khasana yang menaungi rumah sakit islam Gorontalo.

Karena pihak yayasan dinilai terlalu mengintervensi manajemen rumah sakit. Hal ini berbuntut dengan aksi mogok para dokter, yang tidak melayani dan memberikan rujukan kepada pasien. Alhasil, RSI menjadi lumpuh total selama dua pekan.

Menyikapi hal tersebut Pemerintah Kota Gorontalo sempat melakukan mediasi dengan mengundang pihak yayasan. Dalam pertemuan tersebut Pemkot meminta yayasan untuk membuat pertemuan dengan pembina yayasan, pengurus yayasan, dan pengawas yayasan, dan pengawas rumah sakit, untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Namun kesimpulan dari persoalan tersebut tidak juga ditemukan, sehingga Pemerintah Kota Gorontalo kembali melakukan mediasi dengan memanggil semua stakeholder yang terakit, dari dewan pembina yayasan, dewan pengawas yayasan, yayasan, manajemen rumah sakit, komite medik, dan badan pengawas rumah sakit, dan instansi terkait.

Pertemuan yang digelar di Ruang Walikota Gorontalo itu berjalan cukup alot, perombakan kepengurusan yayasan sempat ditolak oleh yayasan, namun akhirnya diputuskan bersama menerima hal tersebut.

“Alhamdulillah tadi sudah melahirkan lima keputusan penting,” jelas Walikota Gorontalo Marten Taha.