Banyak Diminati, Pertalite Mulai Geser Premium

×

Banyak Diminati, Pertalite Mulai Geser Premium

Share this article
Sejumlah warga saat mengantri mengisi BBM kendaraan dengan premium dan pertalite di salah satu SPBU di Kota Gorontalo, Senin (18/7). (FOTO HAMDAN ABUBAKAR/GORONTALO POST)

Hargo.co.id GORONTALO – Penjualan bahan bakar jenis Pertalite di Gorontalo saat ini mulai mengalami peningkatan, ini setelah masyarakat Gorontalo banyak yang beralih menggunakan Pertalite dibanding Bahan Bakar Premium.

Data dirangkum Gorontalo Post (group Hargo), di sejumlah SPBU di Kota Gorontalo, penjualan pertalite setiap rata-rata hari dikisaran 5-8 ribu liter. Sebelumnya pertalite saat pertama kali diperkenalkan di Gorontalo hanya mampu terjual sebanyak 2 ribuan liter saja.

Peningkatan konsumsi pertalite itu diakui oleh sejumlah pengelola SPBU yang berhasil diwawacarai Gorontalo Post, kemarin (18/7).

Ramlan, supervisor SPBU Togo Jaya mengatakan, jika dibandingkan dengan kondisi beberapa waktu lalu, konsumsi pertalite saat ini terus meningkat. “Kalau di SPBU kami setiap hari ada sekitar 8 ribuan yang terjual, awalnya hanya dikisaran 4-6 ribu liter saja, sementara untuk premium dikisaran 12 ribuan liter,” ungkap Ramlan.

Menurutnya, masyarakat Gorontalo mulai memilih menggunakan pertalite disebabkan selisih harga pertalite dengan premium tak begitu jauh. “Kalau harganya seperti ini dan bahkan selisihnya tak begitu jauh, kemungkinan konsumsi pertalite ini akan mengejar premium,” ujarnya.

Sukri, pengawas SPBU Jalan Sudirman juga mengakui hal yang sama. “Kalau selisih harga pertalite dan premium semakin sedikit, kebutuhan pertalite pasti meningkat,” katanya. Di SPBU Sudirman, pertalite yang terjual setiap hari dikisaran 5-6 ribu liter dari sebelumnya dikisaran seribu sampai 2 ribu liter per hari, sementara premium dikisaran 16-17 ribu liter.

“Saat menjelang lebaran lalu, konsumsi pertalite cukup tinggi, sehari yang terjual mencapai 11 ribu liter,” ungkap Sukri.

Sementara itu, Husin, salah seorang pengendara yang memilih menggunakan pertalite mengatakan, pertalite selain menghasilkan pembakaran yang lebih baik, juga memiliki selisih harga yang tak begitu jauh dengan premium. “Selisihnya hanya Rp 650, kita sudah bisa pakai pertalite yang membuat tarikan kendaraan lebih bagus lagi,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pertalite merupakan BBM yang memiliki kadar oktan lebih tinggi dari premium. Dengan begitu untuk setiap konsumen yang menggunakan produk ini pun diklaim akan menghasilkan pembakaran yang lebih optimal daripada menggunakan premium.

Bensin baru pertalite ini lebih bersih sehingga Pertalite juga dipastikan tidak membuat mesin kendaraan mudah rusak dan bunyi. BBM baru ini juga ditambahkan beberapa bahan aditif dan pewarna hingga kualitasnya lebih baik dibandingkan premium. Selain itu, kandungan RON lebih baik dan ramah lingkungan dibandingkan premium.(dan/hargo)