Hargo.co.id, GORONTALO – Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi Gorontalo diajak Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie untuk berdiskusi atau membahas Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) atau Omnibus Law, Ahad (11/10/2020) di aula Rujab Gubernur.
“Saya mengundang adik-adik kesini untuk berdiskusi. Adik-adik mahasiswa saya harap agar tetap berpikir positif. Selalu cek kebenaran kabar dari media sosial agar kita tidak mudah terprovokasi,” ucap Rusli Habibie, diawal arahannya.
Ia mengatakan, saat ini seluruh daerah bergejolak karena omnibus law. Ini diperparah dengan kasus Covid-19 yang terus alami peningkatan. Belum lagi dengan bencana yang melanda Gorontalo sebanyak sembilan kali.
“Tahun ini adalah tahun prihatin. Kasus covid masih tinggi, istri saya saja sudah menjaga diri, tetap juga terpapar. Ditengah pandemi ini kita sudah sembilan kali diterjang banjir,” ujar Rusli.
Olehnya itu, sebelum mengambil tindakan terkait Omnibus Law ini, Gubernur berharap para mahasiswa untuk terlebih dahulu melakukan pembedahan.
“Hasil dari diskusi ini saya akan teruskan sebagai perwakilan kalian di pusat. Kalau perlu kalian saya ajak ke pusat dan kita sama-sama sampaikan kepada Presiden. Tapi benar- benar ril hasil kajian,” tandas Rusli Habibie.
Hingga berita ini dilansir pertemuan antara Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dengan sejumlah presiden BEM Gorontalo masih sementara berlangsung. Hadir pada kegiatan itu, unsur Forkopimda Gorontalo.(adv/rwf/tr-69/hg)
