Hargo.co.id, SULUT – Upaya penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor yang menerjang Desa Huwata, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada malam Lebaran Iduladha 1447 Hijriah terus dilakukan.
Penanganan yang dilakukan warga bersama aparat kepolisian dan petugas terkait kini fokus membersihkan material lumpur, kayu, dan bebatuan yang menutup akses jalan serta permukiman warga.
Bencana yang dipicu tingginya curah hujan tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan desa tertutup longsoran tanah dari area perbukitan. Selain itu, beberapa rumah warga di kawasan pesisir pantai mengalami kerusakan akibat terjangan air bercampur material kayu dan batu.
Pada Kamis (28/5/2026), aparat kepolisian turun langsung ke lokasi untuk membantu proses penanganan serta memastikan kondisi jalur penghubung desa dapat kembali dilalui kendaraan.
Pembersihan dilakukan menggunakan alat seadanya sambil menunggu akses sepenuhnya normal.
Di sejumlah titik, lumpur dan batang kayu masih terlihat menumpuk di badan jalan sehingga pengendara diminta tetap berhati-hati saat melintas di wilayah Desa Huwata.
Salah seorang warga, Imin, mengatakan banjir datang cukup cepat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak malam hari.
“Air masuk sangat deras bersama kayu dan batu. Kami langsung berusaha menyelamatkan barang-barang di rumah,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat sempat terganggu
karena akses jalan tertutup material longsor dan beberapa rumah mengalami kerusakan.
Saat ini warga bersama aparat masih terus melakukan gotong royong membersihkan sisa material banjir dan longsor
agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Pemerintah dan petugas terkait juga terus memantau kondisi wilayah untuk mengantisipasi potensi longsor susulan
jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.(Mg-01)












