Kabar Nusantara

Pascabencana Banjir dan Longsor, Warga Huwata Gotong Royong Bersihkan Material

×

Pascabencana Banjir dan Longsor, Warga Huwata Gotong Royong Bersihkan Material

Share this article
Pascabencana Banjir dan Longsor, Warga Huwata Gotong Royong Bersihkan Material
Kondisi Desa Huwata, Kabupaten Bolsel, Provinsi Sulut pasca diterjang banjir bandang.

Hargo.co.id, SULUT – Upaya penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor yang menerjang Desa Huwata, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada malam Lebaran Iduladha 1447 Hijriah terus dilakukan.

Berita Terkait:  Menang Aklamasi, Sunrise Sinulingga Nakhodai AMSI Kalteng Periode 2025-2028

Penanganan yang dilakukan warga bersama aparat kepolisian dan petugas terkait kini fokus membersihkan material lumpur, kayu, dan bebatuan yang menutup akses jalan serta permukiman warga.

Bencana yang dipicu tingginya curah hujan tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan desa tertutup longsoran tanah dari area perbukitan. Selain itu, beberapa rumah warga di kawasan pesisir pantai mengalami kerusakan akibat terjangan air bercampur material kayu dan batu.

Berita Terkait:  Optimalkan Restorative Justice, Kapolres Simalungun Kembali Selesaikan 61 Kasus

Pada Kamis (28/5/2026), aparat kepolisian turun langsung ke lokasi untuk membantu proses penanganan serta memastikan kondisi jalur penghubung desa dapat kembali dilalui kendaraan.

Pembersihan dilakukan menggunakan alat seadanya sambil menunggu akses sepenuhnya normal.

Berita Terkait:  Kemenkes Tanggapi Tudingan UU Kesehatan Bolehkan Dokter Asing Berpraktik di Indonesia

Di sejumlah titik, lumpur dan batang kayu masih terlihat menumpuk di badan jalan sehingga pengendara diminta tetap berhati-hati saat melintas di wilayah Desa Huwata.

Salah seorang warga, Imin, mengatakan banjir datang cukup cepat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak malam hari.

Berita Terkait:  Kapolda Sambut Kedatangan Irwil II Itwasum Polri di Gorontalo

“Air masuk sangat deras bersama kayu dan batu. Kami langsung berusaha menyelamatkan barang-barang di rumah,” ujarnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat sempat terganggu

Berita Terkait:  11 Hari Berlangsung, Pelanggaran pada Operasi Patuh Otanaha Didominasi ODOL

karena akses jalan tertutup material longsor dan beberapa rumah mengalami kerusakan.

Saat ini warga bersama aparat masih terus melakukan gotong royong membersihkan sisa material banjir dan longsor 

Berita Terkait:  Kapolda Pastikan, Tak Ada Anggotanya yang Injak Tempat Ibadah di Mesjid Raya Sumbar

agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Pemerintah dan petugas terkait juga terus memantau kondisi wilayah untuk mengantisipasi potensi longsor susulan

Berita Terkait:  Pesantren Ramadan di LPKA Gorontalo Ditutup, Dirangkaikan dengan Syukuran Akreditasi Klinik

jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.(Mg-01)