Kabar Nusantara

Mengaku Dapat Teror, Kepala BGN Mendadak Mundur

×

Mengaku Dapat Teror, Kepala BGN Mendadak Mundur

Share this article
Mengaku Dapat Teror, Kepala BGN Mendadak Mundur
Kepala BGN, Nanik S. Deyang. (Foto: JPNN)

Hargo.co.id, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, Rabu (22/7/2026).

Berita Terkait:  Ngabuburit di Center Point Bone Bolango, Kawasan Dipadati Warga Jelang Buka Puasa

Ia resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Keputusan besar ini diambil lantaran ia harus fokus menjalani pengobatan jantung.

Informasi mundurnya Nanik terungkap setelah ia berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal ini dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.

Berita Terkait:  Diperbolehkan Pulang, Sultan: Terima Kasih Pak Kapolri

Setelah memastikan mundur, Presiden Prabowo langsung mencari penggantinya, kemarin sore, Prabowo juga langsung melantik orang dekatnya, yakni Sudaryono, politisi Gerindra yang sebelumnya adalah Wakil Menteri Pertanian.

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulis Dirgayuza melalui akun media sosialnya.

Berita Terkait:  Polri Gelar Pasukan Kesiapan Satgas Humas Pengamanan Pemilu 2024

Melalui unggahan di akun pribadinya, Nanik mengaku berat meninggalkan tugas yang selama ini diembannya. Namun, kondisi kesehatan membuatnya harus memprioritaskan proses pemulihan.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya,” tulisnya.

Berita Terkait:  Hadiah dari Rachmat Gobel Warnai Bazar UMKM di Lapangan Komando Bone Bolango

Nanik menegaskan keputusan berobat ke luar negeri bukan karena tidak mempercayai kemampuan dokter di Indonesia. Langkah tersebut diambil semata-mata untuk mendapatkan opini medis tambahan atas kondisi kesehatannya.

Dalam pertemuan dengan Presiden, Nanik juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat melanjutkan tugas sebagai Kepala BGN. Meski demikian, Presiden disebut masih menginginkan keterlibatannya dalam pengawasan program makan bergizi gratis (MBG).

Berita Terkait:  Personel Polres Gorut Bagi-bagi Takjil Sambil Bina Pengguna Jalan

Menurut Nanik, dirinya berpeluang mengisi posisi dalam dewan pengawas yang rencananya akan dibentuk untuk mengawal jalannya program tersebut.

Di sisi lain, Nanik juga mengungkapkan pengalaman yang dialaminya selama memimpin BGN. Melalui media sosial, ia mengaku sempat mendapat teror hingga memutuskan mengganti nomor telepon pribadinya.

Berita Terkait:  Tak Sengaja Tembak Temannya, 2 Anggota Densus 88 Ditetapkan Jadi Tersangka

Ia juga menyinggung tingginya tekanan yang dihadapi selama mengelola program berskala nasional tersebut. Menurutnya, persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran menjadi salah satu sumber stres yang berdampak pada kondisi kesehatannya.

“Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang. Sumpah trauma akut,” tulis Nanik.

Berita Terkait:  Jemaah Masjid As-Syifa Bone Bolango Terima Pembagian Takjil Gratis

Dalam unggahan lain, Nanik menyebut dokter menemukan adanya penyumbatan pada arteri jantung akibat kolesterol tinggi yang diperparah oleh tingkat stres yang cukup berat. Meski mengakui banyak tantangan di internal lembaga, ia merasa berbagai persoalan yang ada sebenarnya masih bisa diselesaikan.

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN 
Berita Terkait:  Satgas Antimafia Bola Tetapkan 2 Tersangka Pengaturan Skor di Liga 2

Tak lama setelah menerima pengunduran diri Nanik, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Sudaryono dipilih karena sejak awal terlibat dalam perencanaan hingga penyusunan konsep teknis program Makan Bergizi Gratis.

Berita Terkait:  Polri Jalin Sinergisitas Lewat Wayang Kulit Lakon Wahyu Cakraningrat

“Bapak Presiden memutuskan pengganti Kepala BGN adalah Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian,” kata Prasetyo.

Menurutnya, keterkaitan erat antara sektor pertanian dan program MBG menjadi salah satu pertimbangan utama.

Berita Terkait:  Biro Logistik Polda - Pertamina Gorontalo Gelar Rapat Evaluasi Pelayanan BBM

Pasokan bahan pangan untuk program tersebut selama ini ditopang oleh ekosistem pertanian nasional yang berada di bawah koordinasi Kementerian Pertanian.

Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar merupakan kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 23 Januari 1985.

Berita Terkait:  Tak Sengaja Tembak Temannya, 2 Anggota Densus 88 Ditetapkan Jadi Tersangka

Putra pasangan petani Yahyo dan Suwarni itu dikenal memiliki perjalanan hidup yang sederhana. Semasa kecil, ia membantu orang tuanya bekerja di sawah hingga mencari pakan ternak.

Lulusan SMA Taruna Nusantara tersebut kemudian memperoleh beasiswa ke National Defense Academy, Jepang. Setelah kembali ke Indonesia, Sudaryono dipercaya menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto sebelum meniti karier di pemerintahan dan politik.

Berita Terkait:  Biro Logistik Polda - Pertamina Gorontalo Gelar Rapat Evaluasi Pelayanan BBM

Usai dilantik di Istana Negara, Sudaryono menegaskan komitmennya untuk menjalankan program MBG secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.

“Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Berita Terkait:  Polri Jalin Sinergisitas Lewat Wayang Kulit Lakon Wahyu Cakraningrat

Ia juga menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk penyimpangan dalam pengelolaan program tersebut.

“Zero tolerance terhadap praktik-praktik korupsi, hengki-pengki, dan copet-copetan, karena itulah yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Berita Terkait:  Jemaah Masjid As-Syifa Bone Bolango Terima Pembagian Takjil Gratis

Sudaryono menyadari keberhasilan program MBG tidak dapat bergantung pada satu figur semata.

Maka dari itu, ia menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak agar program unggulan pemerintah tersebut dapat berjalan sesuai target dan memberi manfaat bagi masyarakat.(net/jpnn/disway) 

Berita Terkait:  Diperbolehkan Pulang, Sultan: Terima Kasih Pak Kapolri