Kabar Nusantara

Diduga Belum Berizin, Aktivitas Pemanfaatan Ruang Laut Diawasi

×

Diduga Belum Berizin, Aktivitas Pemanfaatan Ruang Laut Diawasi

Share this article
Diduga Belum Berizin, Aktivitas Pemanfaatan Ruang Laut Diawasi
Pengawasan ruang laut di Kabupaten Boalemo oleh DKP Provinsi Gorontalo dan Polairud Polda Gorontalo, TNI Angkatan Laut, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), serta Pokmaswas.

Hargo.co.id, GORONTALO – Aktivitas pemanfaatan ruang laut di Kabupaten Boalemo mendapat perhatian setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan belum terpenuhinya sejumlah ketentuan perizinan oleh pelaku usaha.

Berita Terkait:  11 Hari Berlangsung, Pelanggaran pada Operasi Patuh Otanaha Didominasi ODOL

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo bersama tim gabungan turun langsung melakukan pengawasan di lapangan.

Tim tersebut melibatkan personel Polairud Polda Gorontalo, TNI Angkatan Laut, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), serta Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).

Berita Terkait:  Beladiri Kurash, Iptu Brandes Jadi Wasit Pertama Berlisensi Tertinggi

Pengawasan tidak langsung diarahkan pada penindakan. Tim memilih membuka ruang dialog dengan pelaku usaha untuk memastikan persoalan pemanfaatan ruang laut dapat diselesaikan sesuai ketentuan.

Pengawas Fungsional Ahli Muda DKP Provinsi Gorontalo, Fahria Djafar, S.Pi., mengatakan hasil peninjauan menghasilkan sejumlah kesepakatan.

Berita Terkait:  Menpora Dito Minta maaf Soal Aset Berstatus Hadiah Rp 162 M

Salah satunya, pelaku usaha menyatakan kesediaan berkoordinasi dengan DKP Provinsi Gorontalo untuk melengkapi perizinan terkait pemanfaatan ruang laut.

“Berdasarkan laporan masyarakat, kami turun bersama tim gabungan untuk berdiskusi dengan pelaku usaha. Hasilnya, ada kesepakatan bersama untuk berkoordinasi dengan DKP Provinsi terkait pengurusan izin pemanfaatan ruang laut,” ujar Fahria.

Berita Terkait:  Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Gelar Doa Bersama

Selain persoalan perizinan, tim juga menyoroti lokasi pembongkaran muatan kapal. Aktivitas yang sebelumnya dilakukan di dermaga milik pelaku usaha disepakati untuk dialihkan ke Pelabuhan Perikanan Semula atau Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tilamuta.

Pengalihan tersebut dilakukan agar kegiatan pembongkaran kapal menyesuaikan dengan dokumen Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang dimiliki.
Berita Terkait:  Kapolda Pastikan, Tak Ada Anggotanya yang Injak Tempat Ibadah di Mesjid Raya Sumbar

Pelaku usaha, Frait Danial, menyatakan siap mengikuti arahan dan ketentuan yang berlaku. Ia mengaku akan segera menindaklanjuti proses perizinan sekaligus menyesuaikan lokasi pembongkaran kapal.

“Saya tetap mengikuti aturan yang berlaku dan tidak mungkin melanggarnya. Harapan kami ke depan, proses perizinan dapat dipercepat, termasuk kejelasan mengenai alokasi BBM bersubsidi bagi nelayan agar operasional dapat berjalan lancar,” kata Frait.

Berita Terkait:  Olga Makasidamo Soroti Disiplin Kerja ASN di Dikbud

Di sisi lain, kepolisian memastikan pengawasan dilakukan dengan mengutamakan pendekatan persuasif. Polisi masih memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memenuhi ketentuan administratif sebelum langkah hukum ditempuh.

Perwakilan Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Gorontalo, Adi Junaidi Botutihe, S.H., mengatakan kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap DKP dan PSDKP dalam memastikan aktivitas pemanfaatan ruang laut berjalan sesuai aturan.

Berita Terkait:  Ops Zebra Otanaha 2023, Dit Lantas Edukasi Warga Melalui Dialog Interaktif

“Kehadiran kami dalam tim gabungan ini adalah untuk mendukung DKP dan PSDKP. Meskipun ada dugaan pelanggaran, kami mengedepankan langkah imbauan dan mendorong pelaku usaha untuk melengkapi perizinan terlebih dahulu,” jelas Adi.

Ia menegaskan, pendekatan persuasif bukan berarti mengabaikan aspek penegakan hukum. Apabila nantinya ditemukan pelanggaran yang memerlukan tindakan hukum, pihak kepolisian siap menindaklanjutinya sesuai ketentuan dan arahan teknis dari instansi terkait.

Berita Terkait:  Dunia Bisnis dan Industri Terus Lakukan Optimalisasi Kecerdasan Buatan

“Jika ke depannya diperlukan tindakan penegakan hukum sesuai arahan teknis dari DKP, kami siap menindaklanjutinya,” tegasnya.

Pengawasan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membenahi tata kelola pemanfaatan ruang laut, sekaligus memastikan aktivitas usaha dan perikanan di wilayah Gorontalo tetap berjalan tanpa mengabaikan ketentuan perizinan dan aturan yang berlaku.(Rls) 

Berita Terkait:  Polri Jamin Piala Dunia U17 Berjalan Aman