Hargo.co.id GORONTALO – Puluhan hektar tanaman jagung di Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo dan beberapa wilayah lain diserang hama belalang dan ulat. Artinya, di wilayah wilayah tersebut hasil panen para petani dipastikan akan menurun.
Namun di kalangan para pelaku usaha (penampung/pengumpul jagung), serangan hama belalang dan ulat tersebut tak akan begitu mempengaruhi hasil panen pada musim panen kali ini. Mereka optimis, hasil panen justeru memuaskan.
“Memang ada yang kena hama, tetapi tidak begitu banyak, sementara lahan lainnya masih bisa panen dengan bagus, jadi hasil panen akan tetap memuaskan,” kata Kepala Gudang UD. Manna Utara, Deddy Abdullah saat diwawancarai Gorontalo Post, Kamis (21/7).
Menurut Deddy, pada awal Agustus nanti, petani jagung di Gorontalo sebagian besar akan mulai melakukan panen. “Kita berharap pada panen ini hasilnya akan semakin baik, meski terjadi serangan hama pada beberapa perkebunan jagung di Gorontalo,” ujarnya.
Terkait harga jagung, Deddy mengungkapkan, hingga saat ini, masih stabil yakni Rp 3.200 per kg (kadar air 17 persen). “Kemungkinan hingga panen nanti harga masih akan tetap stabil,” ungkapnya.(dan/hargo)
