Harga Bawang Turun Tipis, Pedagang Merasa Rugi

×

Harga Bawang Turun Tipis, Pedagang Merasa Rugi

Share this article
Saipul Polapa, mewakili sejumlah pedagang barito di pasar tradisional Limboto yang mengaku pendapatannya minus akibat fluktuasi harga bawang.

 

Hargo.co.id GORONTALO – Untung maupun rugi sudah menjadi resiko berdagang. Tak terkecuali mereka pedagang barito (bawang, rica, tomat) eceran di pasar tradisional Limboto yang kali ini “garo kapala” mengaku pendapatannya minus akibat fluktuasi harga bawang.

Pekan sebelumnya, harga bawang merah dibanderol Rp 50 Ribu per Kilogram (Kg). Sedangkan bawang putih dijual mulai Rp 45 Ribu hingga Rp 50 Ribu per Kg. Namun pada kondisi pasar tradisional, Selasa (26/7), harga bawang merah kembali turun tipis menjadi Rp 48 Ribu per Kg yang terendah. Sedangkan bawang putih rata-rata harga terendah menjadi Rp 40 Ribu per Kg.

“So jadi resiko itu pak, kadang ada untung dan rugi,” ungkap Saipul Polapa, pedagang setempat. Sebelumnya, dirinya mengambil bawang putih kepada pedagang besar seharga Rp 650 Ribu per Karung isi 18 kg dan dijual dengan Rp 44 Ribu per Kg. Sedangkan bawang merah, Saipul mengambil Rp 2,045 Juta per karung isi 43,5 Kg kemudian dijual Rp 50 Ribu hingga Rp 55 Ribu per Kg.

Namun karena perputarannya lambat dan mengikuti fluktuasi harga, kini dirinya harus menanggung selisih minusnya. “Jadi, seperti bawang merah, saya rugi Rp 2.000 tiap Kg. Padahal kalau hitung-hitung, saya ambil (modalnya,red) Rp 48 Ribu per Kg,” jelasnya.

Hal itu pun diakui oleh sejumlah pedagang barito lainnya namun mereka mengakui pendapatannya masih pas-pasan. Meski itu sudah menjadi tanggungan pedagang eceran, namun pedagang berharap agar ada solusi terbaik yang harus ditindaki oleh pemangku kebijakan, seperti harapan Presiden Joko Widodo yang ingin bawang merah turun menjadi Rp 25 Ribu per Kg.(axl/hargo)