Anomali Cuaca, Tanaman Rentan Diserang Hama

×

Anomali Cuaca, Tanaman Rentan Diserang Hama

Share this article

 

Hargo.co.id LIMBOTO – Anomali cuaca yang ditandai ketidakjelasan siklus musim antara kemarau dan musim hujan, berdampak bukan hanya pada kebingungan petani tapi juga berpengaruh buruk pada tanaman pertanian.

Di Limboto, petani yang memaksakan diri menanam hortikultura seperti sayur-sayuran, rica dan tanaman sejenis lainnya dilaporkan rentan diserang hama.

Salah satunya yakni hama yang menyerang sayur kangkung milik petani hortikultura di Kelurahan Kayubulan dan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, musim tanam gaduh ini.

Dilaporkan, tanaman kangkung milik petani setempat daunnya seperti terbakar. Bahkan, belakangan dikabarkan mulai menjangkiti tanaman padi sawah.

Anton, petani asal Kelurahan Kayubulan Bawah tepatnya kompleks pesisir Danau Limboto mengungkapkan, tanaman padi miliknya yang diserang hama tersebut daunnya mengering.

Beruntung, hama yang awal mulanya dilaporkan menyerang tanaman kangkung itu bisa langsung dicegah dengan dilakukan penyemprotan.
“Kita mencampur beberapa jenis pestisida sekaligus untuk penyemprotan. Alhamdulillah, penyebarannya tidak meluas dan langsung dicegah,” ungkap Anton, di Limboto, Minggu (31/7).

Namun, Anton menyebutkan, penggunaan campuran obat pestisida jika tidak dilakukan hati-hati bisa-bisa tanamannya yang mati. Dan itu terjadi pada tanaman kangkung sebagian petani hortikultura setempat.

Untuk itu, Anton berhadap ada penelitian pemerintah hama apa yang menyerang tanaman milik petani, berikut obat-obatannya. Dikonfirmasi terpisah, penyuluh pertanian wilayah Kecamatan Limboto Wirna Angio mengaku telah mengecek ke lapangan mastikan laporan warga tersebut. Hanya saja, dari hasil penelusuran sementara belum ditemukan adanya hama sebagaimana dilaporkan.

Meski begitu, kata Wirna, pihaknya segera akan mengkoordinasikan informasi warga itu dengan kelompok tani maupun gabungan kelompok tani untuk memastikan kebenarannya.

“Informasi awal yang kita terima, memang ada. Tapi tanamannya hanya kecil, langsung bisa dilakukan penyemprotan. Kepastiannya, kita akan cek ulang ke setiap anggota kelompok maupun gabungan kelompok tani,” tandas Wirna, sambil menambahkan, jika melihat dari gejala dan pola serangan hama yang dilaporkan di atas, kemungkinan hama kresek.(dix/hargo)