Hargo.co.id, GORONTALO – DPRD Gorontalo Utara (Gorut) mengeluarkan warning bagi pemerintah terkait dengan pelaksanaan Festival Pulau Saronde. Warning tersebut terkait dengan penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih berlangsung.
Kepada media ini, Anggota DPRD Gorontalo Utara, Alhamid Otoluwa mengingatkan pemerintah daerah agar dalam pelaksanaannya tidak menjadi boomerang atau kegiatan tersebut nantinya tidak akan berpolemik. Pasalnya, hingga saat ini masih berlangsung PPKM akibat pandemi Covid-19.
“Sementara Festival Pulau Saronde ini melibatkan orang banyak dan memungkinkan terjadi kerumunan,” kata Alhamid Otoluwa.
Olehnya, Alhamid Otoluwa meminta agar ini dipikirkan kembali dan direncanakan dengan matang gara tak menimbulkan respon negatif dari masyarakat. Masyarakat berpikir, ketika pemerintah membatasi kegiatan masyarakat, justru pemerintah sendiri yang menggelar kegiatan memungkinkan melibatkan orang banyak.
Hal senada juga diungkapkan Migdad Yeser yang mana menurutnya tak relevan antara penerapan kebijakan terhadap masyarakat, dengan kenyataan yang dilakukan oleh pemerintah dalam melaksanakan kegiatan.
“Walaupun memang ini kegiatan yang telah menjadi agenda, namun terhadap perencanaan dan mekanismenya juga harus jelas agar tidak menjadi polemik,” tegas Migdad Yeser.
Pertama yang harus dilakukan pemerintah terkait Festival Pulau Saronde, kata Migdad Yeser, yakni menjelaskan ke masyarakat agar dapat diterima. Apalagi kebijakan PPKM banyak mengorbankan perasaan masyarakat seperti pembatasan resepsi pernikahan. (***)
Penulis: Alosius M. Budiman
