Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Penanganan Bencana, BPBD Hanya Mengkoordinir

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Wednesday, 15 September 2021 | 14:05 PM Tags: ,
  Kepala BPBD Gorontalo Utara, Asri Ode Muisi

Hargo.co.id, GORONTALO – Posisi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ketika terjadi bencana di daerah, itu hanya selaku koordinator. Nantinya terkait dengan kebutuhan terhadap bencana yang terjadi tersebut akan dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan instansi teknis lainnya.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala BPBD Gorontalo Utara (Gorut), Asri Ode Muisi saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (13/09/2021). Menurut Asri Ode Muisi, bukan bermaksud menggurui, namun sekedar untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan posisi sebenarnya dari BPD itu sendiri.

Asri Ode Muisi menjelaskan bahwa ketika terjadi bencana, maka masyarakat diharapkan untuk dapat melaporkannya ke BPBD. 

“Atau dapat langsung juga ke bupati, karena ini mendesak dan sifatnya urgen. Namun yang perlu diingat bahwa laporan yang dibutuhkan ketika terjadi bencana,” jelas Asri Ode Muisi.

Pasalnya BPBD, kata Asri Ode Muisi, tidak memiliki kewenangan untuk menjangkau pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan secara langsung tanpa ada laporan terlebih dulu. 

“Ini merupakan bagian dari prosedur ketika terjadi bencana. Karena dari laporan tersebut, kemudian BPBD akan turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Ketika data sudah terkumpul, kata Asri Ode Muisi, kemudian akan dihubungi pihak terkait dengan bencana yang terjadi. 

“Tidak hanya BPBD saja, ada Dinas Sosial. Dinas PUPR, BASARNAS, Balai Sungai ketika itu terkait dengan bencana banjir akibat sungai meluap dan juga ada Balai Jalan dan instansi teknis lainnya,” kata Asri Ode Muisi.

Pada dasarnya kata Asri Ode Muisi, BPBD tidak bekerja sendiri ketika terjadi bencana, baik itu bencana lokal atau daerah sampai statusnya bencana nasional. Dalam setiap penanganan itu akan dikoordinasikan sesuai dengan kebutuhan atau kondisi terjadinya bencana. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 13 times, 1 visits today)

Komentar