Beras dan Gula Merangkak Naik

×

Beras dan Gula Merangkak Naik

Share this article
Harga beras dan gula saat ini terpantau naik akibat jelang musim panen dan stok gula yang mulai minim. (Foto Dok. Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Harga dua bahan pangan seperti beras dan gula saat ini masih terbilang tinggi, bahkan untuk gula pasir harganya justru mulai merangkak naik. Minimnya stok gula menjadikan harga barang pangan ini kian melejit di pasaran.

Di pasar tradisional Limboto misalnya, harga beras terpantau berada di kisaran Rp 9.000 hingga Rp 10 Ribu per liter. Padahal untuk saat ini para petani mulai memasuki masa panen, namun harga beras belum mengalami perubahan.

Sedangkan harga gula juga naik tipis, dari harga yang sebelumnya berada diposisi Rp 16.000, kini menjadi Rp 18 Ribu per Kilogram (Kg).

Sukrin Ano salah satu pedagang beras mengungkapkan, kenaikan harga beras ini sudah biasa apalagi menjelang musim panen. Saat ini, umumnya beras yang beredar di pasaran sebagian besar merupakan hasil dari musim panen lalu.

“Memang sekarang sudah mulai ada yang panen, sedikit tapi belum serentak. Makanya sekarang harga beras masih begini (tinggi,red). Nanti kalau sudah panen raya, baru ada kemungkinan mo normal lagi,” ungkap Sukrin.

Dia juga mengatakan, naiknya harga beras ini tidak semata karena pedagang beras eceran yang mengambil untung besar. Pasalnya, pengambilan beras umumnya sudah dimonopoli oleh pedagang besar sehingga harga ditentukan oleh mereka.

“Biasa, kalau kita dapat beras langsung dari penggilingan, itu bedanya Rp 25 Ribu sampai Rp 40 Ribu per koli (isi 50 Kg), ada yang paling tinggi Rp 50 Ribu,” lanjut warga Isimu ini. Ditambahkannya lagi, kurangnya pasokan beras dari luar daerah pula, terutama dari wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pula yang membuat harga beras tinggi.