Hargo.co.id, GORONTALO – Realisasi fisik, Pemerintah Daerah (Pemda) Gorontalo Utara (Gorut) paling tinggi diantara kabupaten/kota lainnya di Provinsi Gorontalo. Yakni, sebanyak 83,89 persen, realisasi keuangan sebesar 71,49 dan berada pada rangking 4.
Hasil tersebut terungkap dalam rapat koordinasi dan evaluasi (rakorev) penyerapan anggaran, baik APBD maupun APBN tahun anggaran 2021 ini, yang diselenggarakan pemerintah Provinsi Gorontalo belum lama ini. Rata-rata untuk kabupaten/kota lainnya posisinya berada pada 60-80 persen baik untuk realisasi fisik maupun keuangan.
Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu didampingi Asisten 1, Thamrin Yusuf dan Kepala Badan Keuangan, Husin Halidi usai mengikuti Rakorev.
“Jadi evaluasi dari hasil rapat koordinasi, evaluasi tadi (kemarin, red) dengan pemerintah provinsi, bahwa untuk realisasi keuangan dan fisik di Gorontalo Utara, realisasi fisik kita rangking 1 untuk tingkat provinsi, dan realisasi keuangan ranking 4,” ungkapnya.
Meski, pencapaian untuk realisasi fisik dan keuangan membanggakan. Namun, tentu kata Thariq, hal tersebut bukan berarti berpuas diri. Justru, hingga akhir Desember ini, serapan anggaran harus dipacu, hingga persentasenya meningkat, bahkan kalau boleh capai 100 persen.
“Itu artinya masih ada waktu kita untuk mendorong percepatan realisasi fisik maupun realisasi keuangan sampai akhir bulan ini,” ujarnya.
Meski demikian, Wabup Thariq mengaku, pihaknya masih punya satu ‘PR’ yang harus diselesaikan hingga akhir Desember.
“Kita punya satu kendala yang kita hadapi, adalah soal Dana Alokasi Khusus (DAK), yakni, pembangunan gedung perpustakaan daerah yang kurang lebih Rp 9 miliar. Di mana, sampai hari ini (kemarin, red) sudah berada di angka 83 persen. Itu sudah kami laporkan kepada Pak Gubernur,” ungkapnya.
Pihak ketiga sudah mengajukan permohonan untuk perpanjangan sampai dengan tanggal 28 Desember 2021, dengan konsekuensi denda per hari, dan mereka sudah menjamin bahwa sampai dengan tanggal 28 itu bisa rampung pembangunan perpustakaan. (***)
Penulis: Alosius M. Budiman
