Seharian Jualan, Pedagang di Bolihutuo Ini Hanya Dapat Rp 20 Ribu

×

Seharian Jualan, Pedagang di Bolihutuo Ini Hanya Dapat Rp 20 Ribu

Sebarkan artikel ini
Hawa Mointi, pedagang di lokasi objek Wisata Bolihutuo, Boalemo. (Foto : Abdul Majid Rahman/HARGO)
Hawa Mointi, pedagang di lokasi objek Wisata Bolihutuo, Boalemo. (Foto : Abdul Majid Rahman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sungguh memprihatinkan nasib salah seorang pedagang makanan ringan di kawasan objek wisata Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, Boalemo ini. Betapa tidak, ia bahkan nyaris tak mendapatkan omset setelah seharian jualan, pada Ahad, (06/02/2022).

Adalah Hawa Mointi (70). Lanjut usia (Lansia) asal Desa Tetangga Dulangea itu, mengaku sudah lama berdagang makanan dan minuman dingin, di area objek wisata Bolihutuo. Namun, ia tak menyangka jika pendapatannya kali ini, sangat jauh dari apa yang diharapkan.

“Sudah sekitar satu tahun saya jualan di sini bersama pedagang lain. Akhir-akhir ini memang sepi pengunjung pak. Buktinya, saya hanya dapat Rp 20 ribu tadi seharian jualan ini,” tuturnya dengan nada logat Gorontalo, ketika disambangi Hargo.co.id.

Ia menuturkan, pendapatan sehari-hari memang tidak sama. Intinya, kata Lansia tersebut, tergantung para pengunjung yang datang. Jika pengunjung ramai katanya, bukan tidak mungkin. Ia bahkan mendapatkan untung lebih. Sebaliknya jika sepi, beruntung dapat Rp 20 ribuan.

Disinggung terkait Festival I Look yang bakal digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Boalemo dalam waktu dekat ini, ia langsung tersenyum. Nenek ini pun berharap, semoga hajatan akbar itu nanti, dapat membawa berkah dan keuntungan bagi para pelaku UMKM yang berada di objek wisata Bolihutuo.

“Iya saya tau acaranya itu hari Jumat pak. Semoga saja kegiatan (I Look) itu, bisa menambah penghasilan ekonomi kami para pedagang di sini,” harapnya dengan senyuman, sembari menunjuk tempat lain dan berkata pelan ke Hargo.co.id, hanya di sebelah sana yang ramai pembelinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Boalemo, Yakop Yusuf Musa, ketika dikonfirmasi, turut merasa prihatin mendengar kabar pedagang tersebut. Ia tak menampik jika belakangan ini, objek wisata Bolihuto, memang kerap sepi. Bukan tanpa alasan, hal itu kata Yakop Yusuf Musa, tak lain dikarenakan adanya pandemi Covid-19 hingga saat ini.

“Para pedagang itu tentu mengharapkan keramaian kasihan. Karena pengunjung itu menentukan pendapatan mereka. Dan kita Pemerintah Daerah, menyadari hal itu. Tapi kondisi masih seperti ini, tidak bisa dipaksakan. Takutnya, menimbulkan lagi kondisi yang lebih parah. Mungkin juga ini karena informasi yang sudah berkembang luas kemarin, yang mana PPKM di daerah ini naik menjadi level 2,” ujarnya.

Mantan Plh. Sekda Boalemo ini berkata, Instruksi Mendagri nomor 7 tahun 2022, menyatakan bahwa Boalemo masuk pada Daerah tingkat kebahayaan Covid-19 PPKM Level 2. Padahal, tadinya Boalemo kata Yakop Yusuf Musa, aman. Tapi seperti itulah fakta terkini, yang mana level PPKM di Daerah ini naik satu tingkat.

“Nah, sehingganya lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan Festival I Look nanti, masih kondisional. Kita menunggu seperti apa keputusan bersama. Malam ini, pimpinan Daerah kita akan mengikuti rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Gorontalo,” kunci Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Boalemo. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman