Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyebut anak sekolah adalah orang pemberani ikut vaksinasi Covid-19.
Hal itu dikemukakan orang nomor satu di Provinsi Gorontalo saat memotivasi ratusan siswa siswi Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka yang mengikuti vaksinasi Covid-19, di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Selasa (08/02/2022).
“Saya sudah keliling untuk melihat vaksinasi. Anak-anak lebih berani divaksin daripada orang tua. Kalau orang tua masih ada yang takut, anak-anak datang, diperiksa kesehatan, duduk langsung dibuka sendiri (lengan bajunya),” puji Rusli Habibie.
Lebih lanjut ia mengatakan, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus mendapat perhatian dari pemerintah, utamanya dalam hal perlindungan dari kemungkinan terpapar Covid-19.
Ia menilai kegiatan vaksinasi yang diinisiasi Kwarcab Pohuwato sebagai langkah maju untuk mempercepat vaksinasi khususnya bagi anak usia sekolah. Ia juga meminta agar semua elemen mulai dari organisasi pemuda, organisasi masyarakat hingga partai politik intens menggelar hal serupa.
“Saya juga mengharapkan partisipasi teman-teman partai politik, organisasi pemuda, unsur agama Muhammadiyah dan NU silahkan melaksanakan vaksin. Kamu dukung dengan peralatan dan personil. Arahan Pak Presiden kemarin hanya dua yaitu mempercepat vaksinasi dan perketat protokol kesehatan,” tambah Rusli Habibie.
Di tempat yang sama, Kakwarda Provinsi Gorontalo Idah Syahidah menyebut gerakan pramuka di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota sudah banyak melakukan aksi vaksinasi massal. Kegiatan di Pohuwato lebih meriah karena dihadiri oleh Gubernur Rusli.
“Ini menunjukkan bahwa Pramuka juga ikut mensukseskan program nasional untuk vaksin. Anak-anak Pramuka berperan untuk memutus mata rantai Covid-19,” kata Idah Syahidah.
Dengan adanya vaksinasi Covid-19 bagi anggota Siaga hingga Penggalang Pramuka, Idah Syahidah berharap kegiatan rutin Kemah Bhakti Pramuka bisa dilaksanakan. Menurutnya, siswa Pramuka sudah lama tidak berkumpul, berkreasi dan bergembira melalui program kemah bersama akibat pandemi Covid-19.(*)
Penulis: Zulkifli Polimengo
