1.300 Hektar Sawah di Gorontalo Utara Masuk Program IP 400

×

1.300 Hektar Sawah di Gorontalo Utara Masuk Program IP 400

Share this article
Ilustrasi. Gorontalo Utara pada 2022 ini tengah mengikuti program IP 400 guna meningkatkan produktivitas pertanian. Foto ini menggambarkan hasil IP 400 di daerah lain. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi. Gorontalo Utara pada 2022 ini tengah mengikuti program IP 400 guna meningkatkan produktivitas pertanian. Foto ini menggambarkan hasil IP 400 di daerah lain. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pada 2022 ini, Gorontalo Utara (Gorut) ikut program IP 400 dari pemerintah pusat untuk tanaman padi sawah. Ini merupakan program Badan Litbang Pertanian, bertujuan untuk meningkatkan produksi padi melalui peningkatan indek pertanaman (IP) padi.

Perlu diinformasikan bahwa program pengembangan IP 400 adalah suatu sistem pola tanam empat kali tanam padi secara berturut-turut dalam satu siklus 12 bulan kalender. Artinya, dalam satu tahun diupayakan menanam sampai 4 (empat) kali musim tanam tanpa jedah.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Gorontalo Utara, Kisman Kuka saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/02/2022). Saat berbincang dengan awak media ini, awalnya terkait dengan target tanam untuk 2022 ini, yakni 12.561 hektar termasuk padi ladang, dan untuk target panen 12.180 hektar. Pembicaraan terus berlanjut hingga pada luasan areal tanam yang ternyata setiap tahun mengalami pengurangan dan ini tentu berpengaruh pada produksi. 

“Dan untuk itulah 2022 ini, Gorontalo Utara ikut program pemerintah pusat yang namanya IP 400 yakni program penanaman yang tanpa jedah. Program tersebut awalnya pada 2021 kemarin, Gorontalo Utara ikut, namun untuk luasannya baru 25 hektar. Itu sangatlah kecil, dan tahun kemarin itu di Provinsi Gorontalo, hanya Gorontalo Utara saja yang ikut,” jelas Kisman Kuka.

Untuk 2022 ini, dari 25 hektar menjadi 1.300 hektar, ada peningkatan signifikan. Hampir semua kecamatan yang ikut dan terbesar luasan lahannya ada di Kecamatan Biau. Syarat dalam program tersebut, kata Kisman Kuka, yang pertama ada irigasinya baik setengah teknis maupun full. 

“Untuk pertanamannya tidak putus sepanjang tahun, dan varias yang digunakan benih super genjah umur pendek,” jelasnya.

Petani saat ini menggunakan benih yang usia panennya 105 hari diluar masa semai. Namun dengan benih super genjah ada kekurangan haru sekitar 20 hari karena dengan menggunakan benih super genjah masa panennya 104 hari termasuk semai. 

“Tentunya diharapkan program ini dapat dilaksanakan dengan maksimal dan hasilnya juga tentu maksimal,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman