Pegawai Syar’i Mulai Bandingan Pemerintahan SYAH dengan SMS

×

Pegawai Syar’i Mulai Bandingan Pemerintahan SYAH dengan SMS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Saipul A. Mbuinga-Suharsi Igirisa (SMS) memang memiliki banyak prestasi yang cukup membanggakan. Bahkan mampu raih sejumlah penghargaan di tingkat Nasional. Namun, dari sekian banyak torehan prestasi pemerintahan SMS, terdapat berbagai macam persoalan yang terkesan diabaikan. Diantaranya honorarium para pegawai Syar’i yang dipangkas habis-habisan. Bahkan mulai dibanding-bandingan dengan pemerintahaan Syarif Mbuinga-Amin Haras (SYAH). 

Pengakuan salah satu imam wilayah di Kecamatan Buntulia, sejak Januari 2022 para imam wilayah, imam masjid dan pembantu imam di masing-masing desa tinggal menerima Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu setiap kegiatan. Dimana dalam setahun kegiatan yang dimaksudkan dalam Perbup tersebut hanya menyebutkan 4 kali kegiatan. 

“Kami para imam masjid di jamannya pak Syarif Mbuinga dan pak Amin Haras, Rp 650 ribu rupiah perbulan. Sekarang, di bupati dan wakil bupati yang baru, justru dipotong. Sekarang insentifnya tinggal Rp 150 ribu untuk imam wilayah, pembantu imam tinggal Rp 100 ribu. Itu pun dihitung per kegiatan bukan perbulan. Sementara dalam setahun itu hanya 4 kalo kegiatan sebagaimana tersebut dalam Perbup,” ungkapnya.

Dikonfirmasi, pemerintah Kabupaten Pohuwato, melalui Sekretaris Daerah, Iskandar Datau, menjelaskan persoalan insentif para imam tidak dipangkas, melainkan dialihkan ke pemerintah desa lewat Bantuan Sosial Tunai (BST). 

“Ia sudah ada Perbup-nya. Tapi itu sudah diserahkan ke pemerintah desa. Hanya saja sosialisasinya tidak mendarat betul. Tak ada pemotongan, hanya sebahagian insentifnya ditalangi BST desa,” kata Sekda Iskandar Datau. (***)

 

Penulis: Ryan Lagili