Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Penyampaian Ketua AMPM-PG Terkait Dugaan Penistaan Agama

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo Kabar Nusantara , pada Kamis, 24 Februari 2022 | 21:05 Tag: , , , , ,
  Ketua AMPM-PG Ir. H. Hamid Dude bersama anggota dan kuasa hukumnya, saat datang ke SPKT Polda Gorontalo. (Foto: Aliyul Azim)

Hargo.co.id, GORONTALO – Karena merasa tersinggung dengan statemant yang dilontarkan Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Qholil Qoumas, yang diduga mengandung penistaan agama, Aliansi Masyarakat Pecinta Masjid Provinsi Gorontalo (AMPM-PG) mendatangi SPKT Polda Gorontalo guna melaporkan hal tersebut, Kamis (24/02/2022).

Ditemui Wartawan Hargo.co.id di depan gedung SPKT Polda Gorontalo usai menyerahkan laporan, Ketua AMPM-PG Ir. H. Hamid Dude mengatakan ini terkait adanya statemant Menteri Agama RI yang sangat melukai hati umat Islam. Pihaknya menerjemahkan bahwa dalam hal ini statemant tersebut sama dengan menyamakan suara kumandang adzan dengan gonggongan anjing, padahal menurut pihaknya suara adzan yang dikumandangkan Muazin sangat begitu sakral dan  dihormati.

“Kemudian harus dianalogikan dan disamakan adzan dengan gonggongan anjing. Ini saya pikir ke blak-blakan statemant dari pak menteri. Silahkan pak Menteri mengatur suara adzan, mengatur volume suara, tapi jangan memakai alasan – alasan atau menganalogikan bahwa suara adzan itu sama seperti suara anjing yang menggonggong. Kami memprotes ini melalui jalur hukum. tujuan kami datang ke Polda Gorontalo yaitu untuk melaporkan Menteri agama Yaqut Qholil Qoumas, karena pernyataannya ini sangat melukai kami umat islam yang begitu mencintai dan merindukan kumandang adzan itu,” kata Ir. H. Hamid Dude.

Lebih lanjut ia juga menerangkan, dimana kumandang adzan mulai dari kalimat “Allahu Akbar” sampai “Laila hailallah” itu adalah kalimat penyibah yang memanggil hamba-hamba Allah untuk datang ke masjid Allah, untuk rukuk dan sujud kepada Allah. Ini yang menurut pihaknya telah dianalogikan dengan gonggongan anjing dan pihaknya jelas sangat tidak menerima hal tersebut.

“itu kami tidak terima. Dan kami sangat tersinggung dengan pernyataan itu. Makannya kami datang Ke Polda untuk menggunakan hak kami sebagai Warga negara Indonesia yang taat hukum untuk melaporkan statemant dari pak Menteri Agama melalui jalur hukum,” terang Ir. H. Hamid Dude.

Selain itu ia juga menambahkan, dimana pihaknya secara tegas4 menyampaikan siapapun yang di Republik ini tidak bisa semena-mena mengeluarkan statemant. Pihaknya menilai Menteri Agama seharusnya memperlihatkan atau memberikan contoh yang baik dalam melemparkan statemant-statemant terkait persoalan-persoalan agama.(*)

Penulis: Aliyul Azim / Martiana Paputungan *

*) Penulis adalah mahasiswa magang dari UNG

(Visited 303 times, 1 visits today)

Komentar