Hargo.co.id, GORONTALO – Sekretaris Daerah (Sekda) Gorontalo Utara (Gorut), Suleman Lakoro berharap karantina kesehatan di pintu masuk Pelabuhan Laut Anggrek lebih maksimal lagi dengan telah diresmikannya gedung kantor tersebut.
“Dengan diresmikannya gedung kantor tersebut Insya Allah ini akan semakin memaksimalkan tugas terkait dengan penguatan karantina kesehatan di pintu masuk Pelabuhan Laut Anggrek,” ungkap Suleman Lakoro.
Lanjut kata Suleman Lakoro, Dirjen yang datang pada peresmian tersebut, baru mengetahui bahwa Pelabuhan Anggrek ternyata disinggahi oleh kapal-kapal dari luar negeri.
“Dan ternyata Pak Dirjen baru tahu kalau Pelabuhan Anggrek itu banyak disinggahi kapal-kapal dari luar negeri,” kata Sekda.
Olehnya, pada kesempatan tersebut kata Suleman, dirinya telah menjelaskan kepada Dirjen terkait dengan keberadaan Pelabuhan Anggrek tersebut.
“Saya sudah jelaskan di pelabuhan Anggrek itu merupakan pelabuhan laut nasional yang melayani ekspor impor barang dari luar negeri. Sehingga tepat sudah dibangun gedung karantina kesehatan di sini, dalam rangka untuk memperkuat karantina kesehatan di pintu masuk laut Anggrek, khususnya di Pelabuhan Anggrek,” tegasnya.
Lebih lanjut Suleman Lakoro mengatakan bahwa untuk gedung dan kantor karantina tersebut, juga akan dibangun di Pelabuhan Kwandang, sehingga tidak hanya Pelabuhan Anggrek saja yang dilengkapi dengan karantina.
“Dan sesuai laporan penyampaian dari Pak Dirjen tadi, insya Allah untuk Pelabuhan Kwandang juga akan dibangun gedung yang serupa dalam rangka untuk penguatan karantina kesehatan di Pelabuhan Kwandang,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Suleman juga melaporkan soal kondisi Kabupaten Gorut kepada dirjen.
“Saya melaporkan juga mengenai kondisi wilayah di Gorut, terdiri atas 11 kecamatan dan 123 desa serta merupakan wilayah dengan garis pantai terpanjang di Provinsi Gorontalo kurang lebih 317 kilometer,” ungkapnya.
Kedatangan dirjen juga akan memberikan bantuan terkait dengan kesehatan kata Suleman, dan tidak lupa pula soal dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) turut dilaporkan juga.
“Dilaporkan juga tadi bahwa tahun ini Gorut dapat dana pinjaman PEN sejumlah 193 miliar dan 30 miliar khusus untuk kesehatan, yakni, pengadaan alkes berupa CT Scan dan juga gedung untuk perawatan di Rumah Sakit ZUS,” pungkas Suleman Lakoro. (***)
Penulis: Alosius M. Budiman
