Hargo.co.id, GORONTALO – Sungguh tragis nasib yang dialami Ismet Dunggio (53) alias Is. Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Camat Marisa itu ditemukan meregang nyawa dengan seutas tali yang masih melingkar di lehernya, Selasa (01/03/2022), tewas gantung diri.
Informasi yang dihimpun, Is terinformasi merupakan seorang Sub-Admin pada Smart Trader (Forex). Sebuah perusahaan investasi yang diketahui adalah investasi ilegal atau bodong.
Beredar informasi jika sejumlah member yang telah menyetorkan dana mereka kepada Is menuntut agar uang mereka bisa kembali. Oleh Is, hal ini tentu tak bisa dipenuhi begitu saja, mengingat semua dana member yang dititip kepadanya telah disetor langsung ke Owner Smart Trader yang diketahui berinisial DD.
Seperti yang sudah-sudah, Smart Trader yang notabene ilegal itu pun bermasalah. Dana para member tak kunjung dicairkan. Hal ini lah yang diduga membuat Ismet Dunggio depresi berat. Terlebih, total dana member yang dikelolanya saat ini disinyalir telah mencapai Rp 5 Miliar.
Sebelum memilih mengakhiri hidupnya, Is terus menerima desakan keras dari para member yang ingin uang mereka kembali. Silih berganti para member mendatanginya, mengejar-ngejar, sampai akhirnya Is pun depresi berat.

Proses evakuasi jenazah Ismet Dunggio, korban gantung diri di Perumahan Blok Plan Marisa Indah, Pohuwato, Selasa (01/03/2022). (Foto: Istimewa)
Jasad mantan Kepala Seksi PTK SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato itu ditemukan menggantung di dapur rumahnya, tepatnya di Perumahan Blok Plan Marisa Indah.
Istri Ismet Dunggio yakni Risna Pakaya tengah ke Kota Gorontalo pada Ahad (27/02/2022). Kepada Is, Risna Pakaya berpamitan untuk bertolak ke Kota Gorontalo dalam rangka menghadiri pemakaman keluarganya.
Keesokan harinya (28/02/2022), Risna Pakaya berusaha menghubungi Ismet lewat handphone untuk mengecek keadaan suaminya itu. Akan tetapi nomor HP Is tak kunjung bisa dihubungi.
Merasa cemas, Risna Pakaya menghubungi Sri Wahyuni Pilonunu, keponakannya, untuk mengecek keberadaan Ismet di rumah. Bersama Idrus Jakfar, suaminya, Sri pun mendatangi rumah Ismet.
Saat tiba di rumah Ismet, nampak seperti halnya rumah yang ditinggal pemiliknya. Beberapa kali Sri dan Idrus mengetuk pintu dan memberi salam tapi tak kunjung ada jawaban. Lampu-lampu di dalam rumah pun tak dinyalakan padahal sudah menjelang malam hari.
Mereka segera memberitahukan kepada Risna bahwa Ismet tak berada di rumahnya. Merasa cemas akan suaminya, Risna bergegas kembali ke Pohuwato. Tiba di rumah pukul 7.30 Wita, Selasa (01/03/2022), Risna menemukan jasad suaminya sudah menggantung di dapur rumah.
Kasat Reskrim Polres Pohuwato, AKP Cecep Ibnu Ahmadi, saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa kasus ini sementara dalam penyelidikan. Dirinya enggan berkomentar banyak mengenai informasi bahwa korban adalah admin investasi bodong.
“Belum pak, masih akan kita lakukan penyelidikan terkait hal tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut Cecep menambahkan bahwa pihaknya baru mendapatkan informasi mengenai investasi tersebut dari istri korban.
“Itu penyampaian dari istrinya kan pak. Baru sepihak. Kita masih akan melakukan pemeriksaan terhadap kerabat-kerabat dekatnya. Termasuk rekan kerja untuk memperjelas motif gantung dirinya pak,” pungkas Cecep. (***)
Penulis: Alfarizi Ali/Ryan Lagili
