Hargo.co.id GORONTALO – Pelaksanaan Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB) di Kampus I Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jumat, (19/8) diwarnai dengan aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa.
Masa aksi yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) itu menuntut transparansi dana bidik misi di kampus peradaban itu.
Mereka mendesak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) agar memperjelas hal tersebut sebelum menggelar MOMB.
Pantauan Gorontalo Post, sejak pukul 13.30 mahasiswa paguyuban menyuarakan tuntutannya, didepan kampus UNG, dengan lancar dan damai.
Tapi ketika paguyuban akan memasuki lebih dalam di kampus UNG, mereka tidak diizinkan oleh pihak keamanan kampus, karena di gedung indoor sedang dilaksanakan kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB).
Namun pihak mahasiswa Paguyuban tetap saja ingin masuk, dengan tuntutan ingin bertemu langsung dengan presiden BEM UNG.
Sehingga, aksi saling dorong pun tidak terelakkan antara mahasiswa paguyuban dan resimen mahasiswa (Mahasiswa) serta security UNG.
Mediasi pun sudah dilakukan langsung oleh wakil rektor III UNG, Fence M Wantu, dimana akan mempertemukan mahasiswa paguyuban dengan presiden BEM UNG dan juga Sekjen BEM UNG.
Namun beberapa kali upaya mediasi tersebut tidak berhasil, sehingga mahasiswa paguyuban pun menerobos langsung pertahanan dari pihak keamanan.
Disisi lain, mahasiswa yang sebagain besar adalah panitia MOMB sudah mulai panas, mereka pun sudah siap menyerang paguyuban, beruntung ada beberapa orang dosen yang bisa menenangkan masa aksi, sehingga tidak terjadi kericuhan.
“Kami hanya ingin menuntut tengan biaya MOMB yang dibebankan kepada mahasiswa bidik misi, padahal belum ada pengumuman bidik misi, tapi setelah dimediasi sudah menjadi jelas bagi kami,”kata ketua Paguyaman Raya, Hafid Hanafi.
