Bentengi Generasi Muda dengan Pendidikan Politik dan Penguatan Ideologi 

×

Bentengi Generasi Muda dengan Pendidikan Politik dan Penguatan Ideologi 

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Gorontalo Utara, Deasy S.M Datau
Ketua DPRD Gorontalo Utara, Deasy S.M Datau

Hargo.co.id, GORONTALO – Perkembangan zaman dan gerusan arus teknologi dan arus informasi saat ini tidak bisa dipungkiri sangatlah kuat dan itu tentunya turut mempengaruhi berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk mempengaruhi para generasi muda bangsa ini. 

Seberapa kuat kita mencoba untuk membendung hal tersebut tentu tidak akan mampu, maka tentunya harus ada hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengimbangi gerusan tersebut dengan melakukan berbagai kegiatan terutama untuk para generasi muda melalui pendidikan politik dan penguatan ideologi kebangsaan. 

“Ini merupakan sebuah realitas yang terjadi saat ini, para generasi muda harus mendapatkan pendidikan politik dan penguatan ideologi, agar mereka tidak kehilangan jati dirinya sebagai generasi muda bangsa,” kata Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Deisy S.M Datau.

Saat ini kata Deisy, sangat gampang informasi masuk dan diakses, apalagi aktivitas dunia maya saat ini sangatlah tinggi. Para generasi muda merupakan kelompok yang rentan dan mudah terpengaruh. 

“Dan itu dapat kita lihat saat ini, mulai dari game, life style, cara berbicara dan penggunaan kosa kata yang dikatakan gaul banyak digunakan saat ini,” jelasnya.

Ini harus diwaspadai dan mulai diimbangi dengan pemberian pendidikan yang dapat menguatkan jati diri mereka sehingga mereka tidak kehilangan jati dirinya sebagai anak Indonesia. 

“Negara, Pancasila dan hal lainnya yang perlu untuk dikuatkan melalui berbagai kegiatan atau metode harus dilakukan, jika tidak maka generasi muda kita bukan tidak mungkin akan kehilangan jati diri sebagai anak bangsa,” tegasnya.

Begitu juga dengan pendidikan politik harus juga diberikan kepada generasi muda untuk membangkitkan partisipasi mereka atau minat terhadap politik. 

“Apa itu sebenarnya politik dan sebagainya itu harus dapat disampaikan kepada generasi muda, agar mereka juga dapat berpartisipasi terhadap pelaksanaan pembangunan di negeri ini,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman