Gubernur Gorontalo Gelar Studi Tiru Pengembangan Pariwisata di Jepara

×

Gubernur Gorontalo Gelar Studi Tiru Pengembangan Pariwisata di Jepara

Sebarkan artikel ini
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi istri Idah Syahidah saat menerima cinderamata dari Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko, di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (19/03/2022). (Foto: Istimewa)
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi istri Idah Syahidah saat menerima cinderamata dari Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko, di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (19/03/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo dua periode Rusli Habibie didampingi istrinya Idah Syahidah bersama Kadis Pariwisata Rifli M. Katili, Kadis Pangan Sutrisno dan Kadis Kumperindag diwakili Kabid Industri Iwan Sondakh, melakukan studi tiru pengembangan pariwisata di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (19/04/2022). 

Kedatangan Rusli Habibie bersama rombongannya itu disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko dan sejumlah pimpinan OPD setempat. Kunjungan tersebut untuk melihat dari dekat pengembangan kerajinan ukir kayu batik dan wisata pantai di Bumi Kartini. 

Sementara selaku tuan rumah, Edy Sujatmiko didampingi Kepala diskop UKM Nakertrans Samiaji, kadis pariwisata Zamroni Lestiaza, kadis perindag Eriza Rudi Yuliyanto. Hadir juga Kabag pemerintahan Rini Patmini, Kabag Umum Ngadimin dan Kadis Kominfo Arif Darmawan. 

Pada kesempatannya Edy Sujatmiko menjelaskan, Kabupaten Jepara dengan penduduk 1,19 juta jiwa memiliki 16 kecamatan. Setiap desa di-desain menjadi sentra seni budaya khusus dengan keunikan masing-masing. 

“Di Jepara ini masyarakatnya unik. Dari hal yang utuh (kayu) dibuat berlubang lubang tapi justru bermanfaat. 51 persen sektor perdagangan industri dan jasa. Mebel ukir kita devisa negara Rp 2,2 triliun dengan 200 pengrajin 165 negara,” jelas Edy Sujatmiko. 

Selain itu ia menerangkan bahwa ada 10 desa di Jepara dengan karakteristik kerajinan yang berbeda beda. Kerajinan patung terpusat di Desa Mulyoharjo, kerajinan mebel di Sukodono, gebyok desa Nalumsari dan relief ukir tiga dimensi di Desa Senenan. 

“Pengrajin kain tenun khas Jepara ada di desa Troso, kerajinan monel yang biasa buat gelang jamaah haji nah itu ada di desa Kriyan, pengrajin rotan di Teluk Wetan. Ada juga gerabah di desa Mayong, roti di Bugo dan batik Jepara di kelurahan Panggang,”terang Edy Sujatmiko. 

Pertemuan kedua daerah tersebut diwarnai dengan saling tukar cinderamata. Tuan rumah mengalungkan kain tenun Jepara kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan istri Idah Syahidah, sementara Rusli Habibie memberi tanda mata berupa upiah karanji atau songkok dari anyaman mintu dan kain Karawo kepada Edy Sujatmiko. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo