Hargo.co.id GORUT -Selain menolak keberadaan HL, rapat bersama Diknas Cabang Gentuma Raya dengan para orang tua juga ikut memutuskan hal mengejutkan.
Yakni para orang tua bersedia menarik laporan yang disampaikan ke pihak Kepolisian. Adapun alasannya hasil visum tak terdapat luka atau robek pada alat vital.
“Pengakuan para orang tua dalam rapat mereka akan menarik laporan. Alasannya hasil visum tidak terjadi luka atau robek alat vital,†ungkap Hais Payaka.
Menurut Hais Pakaya, setelah rapat dirinya bersama Kepala SMP Negeri 1 Gentuma Raya berencana menemui Kapolsek Atinggola untuk menyampaikan hasil rapat berkaitan penarikan laporan.
“Namun setelah ditelepon, Kapolsek Atinggola tidak berada di tempat dan rencananya nanti malam kami akan bertandang kerumahnya” kata Hais.
Sementara itu, pihak Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (ZUS) ketika dikonfirmasi menyampaikan, hasil visum baru akan dikeluarkan pada Sabtu (27/8) mendatang.
“Setelah saya lakukan pengecekan, memang benar beberapa hari kemarin telah dilakukan oleh visum dan hasilnya nanti akan keluar pada Sabtu (27/8),” jelas dr.Faisal Botutihe.
Terkait hal itu ketika Gorontalo Post mencoba mengorek keterangan lebih lanjut, sayangnya Kepala SMP Negeri 1 Gentuma Raya belum memberikan komentar.
Meski beberapa kali dihubungi lewat sambungan seluler, yang bersangkutan tak menjawab. Kepsek SMP Negeri 1 Gentuma Raya sempat mengirimkan pesan singkat menanyakan identitas Gorontalo dan menyatakan dirinya masih di dalam mobil.
Akan tetapi setelah dijelaskan maksud dan tujuan Gorontalo, lagi-lagi sang Kepsek tak merespon. Di baigan lain, beredar kabar bila perkara HL akan dilimpahkan ke Polres Gorontalo.
Akan tetapi Kapolsek Iptu Rubiyo ketika dihubungi belum memberikan penjelasan detail soal rencana tersebut. “Saya kurang tahu, itu urusan pimpinan,†ungkapnya.(abk/wan/hargo)
