Hargo.co.id GORONTALO – Permintaan hewan ternak untuk kebutuhan kurban tak terbendung lagi. Posisi terbaru, perdagangan dan transaksi hewan ternak sapi itu bahkan dilaporkan paling tinggi pada minggu ketiga jelang lebaran Idul Adha
atau dikenal sebagai hari raya kurban. Tak hanya itu, perputaran uang dalam transaksi ternak sapi itu disebut mencapai miliaran per pekannya.
Nilai ini diperoleh dari jumlah transaksi ternak sapi mencapai ratusan ekor per pengusaha. Menariknya, angka itu pun baru melibatkan satu pengusaha ternak.
Data yang diperoleh Gorontalo Post dari pengusaha ternak setidaknya menunjukan hal itu, Senin (22/8). Abubakar Niati, pengusaha ternak asal Limboto,
mengungkapkan angka jual-beli ternak sapi itu merupakan yang tertinggi dalam transaksi ternak kurban.
“Biasanya kita hanya bisa menjual dalam jumlah terbatas. Tapi belakangan ini permintaannya mulai tinggi, minggu ini saja kita sudah melepas setidaknya 60 ekor ternak sapi,” kata pria yang akrab dipanggil, Kio ini.
Tingginya permintaan ternak sapi untuk kurban dilaporkan bahkan tak hanya datang dari pasar lokal. Tak sedikit di antaranya, juga datang dari daerah luar seperti Kalimantan.
Hanya saja, untuk transaksi antarpulau hanya dilakukan pengusaha ternak besar. “Modalnya harus besar, karena biasanya ternaknya tidak langsung dibayar,” tandas Kio.(dix/hargo)
