Etnik dan Budaya Wajib Dilestarikan 

×

Etnik dan Budaya Wajib Dilestarikan 

Sebarkan artikel ini
Salah satu menu yang disuguhkan pada Lebaran ketupat di Gorontalo. (Foto: Istimewa)
Salah satu menu yang disuguhkan pada Lebaran ketupat di Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Perayaan ketupat yang merupakan tradisi masyarakat Jawa, Jawa Tondano di Gorontalo terus menjadi budaya di setiap seminggu setelah Idul Fitri. Khusus di Kecamatan Boliyohuto, suguhan semarak perayaan lebaran ketupat digelar oleh etnis setempat dengan dikoordinir langsung oleh pemerintah, baik desa dan kecamatan.

Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Dapil Boliyohuto Cs, Wilfon Malahika saat hadir dalam pagelaran seni masyarakat setempat mengatakan, tradisi seperti ini memang sering digelar setiap tahun, namun dalam kemasan yang berbeda beda. 

“Nah, untuk kali ini digelar dalam perayaan etnis seni dan budaya masyarakat disini (Jawa) dengan menampilkan berbagai kegiatan seni,” ucapnya.

Kegiatan seperti itu, hal ini sangat wajib untuk kita lestarikan. Baik menjaga keanekaragaman hingga pula nilai nilai budaya leluhur. Sama seperti lebaran ketupat yang memang diinisiasi oleh masyarakat Jawa, Jawa Tondano. Maka ini wajib kita dorong untuk terus kita lestarikan.

“Ini sangat baik untuk pengembangan nilai budaya kita Gorontalo, yang terbangun dalam berbagai suku, termasuk suku Jawa, Jawa Tondano di perayaan lebaran ketupat kali ini,” ucapnya.

Dalam kegiatan itu, tamu undangan seperti Bupati bersama ibu, beberapa OPD, Aleg Provinsi, aparat kecamatan dan desa disuguhkan berbagai tradisi kesenian daerah, Ada tari jaipongan, silat dengan iringan musik etnis, gamelan hingga kegiatan lainnya. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo