Sudah Dua Kali Gagal Tender, DPRD Minta Dievaluasi 

×

Sudah Dua Kali Gagal Tender, DPRD Minta Dievaluasi 

Share this article
Anggota DPRD Gorontalo Utara, Gustam Ismail
Anggota DPRD Gorontalo Utara, Gustam Ismail

Hargo.co.id, GORONTALO – Anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Gustam Ismail, mengingatkan kepada Dinas PUPR untuk dapat memaksimalkan waktu yang tersisah, apalagi masih ada paket pekerjaan yang sudah 2 kali gagal tender.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi II tersebut menanggapi berita terkait perkembangan pengelolaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang secara keseluruhan sebanyak 23 paket dan untuk saat ini tinggal menyisakan 2 paket lagi, yang satu paket yaitu peningkatan jalan tani gagal tender lagi untuk kedua kalinya, sementara untuk jalan pontolo-ombulodata pekan ini tengah dipersiapkan dokumen untuk instruksi lelang.

Tentunya hal ini mendapatkan perhatian dari legislatif terutama mereka yang duduk di Komisi II. 

“Selama ini memang kami terus melakukan pengawasan, termasuk beberapa kali mengundang rapat untuk Dinas PUPR terkait dengan perkembangan pengelolaan dana PEN tersebut,” ungkap Gustam.

Khusus untuk yang gagal tender tersebut kata Gustam, harus segera diproses lebih intens lagi oleh dinas. 

“Agar jangan sampai paket tersebut akan menjadi pekerjaan yang tertunda lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pihak dinas harus mempertimbangkan persoalan waktu yang saat ini telah berada pada bulan Juli. 

“Hitung-hitungannya harus tepat, jangan sampai ketika ini dipaksakan justru akan menjadi persoalan yang baru lagi,” jelasnya.

Menurut Gustam, pihak Dinas PUPR khususnya pengelola dana PEN tersebut harus melakukan evaluasi dan juga pemetaan terhadap rencana pelaksanaan pekerjaan dengan pertimbangan waktu yang tersisah. 

“Harus ada strategi-strategi khusus yang nantinya akan diterapkan dalam proses pelaksanaan pekerjaan nantinya ketika ini akan dilakukan tender ulang,” ujarnya.

Namun yang pasti kata Gustam, ketika dari hasil evaluasi dan juga pemetaan serta strategi yang direncanakan, peluang keberhasilannya kecil, maka itu harus dipertimbangkan secara matang. 

“Kami berharap pengelolaan dana PEN tersebut dapat maksimal terlaksana,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman