Hargo.co.id POHUWATO – Pasisir pantai di kawasan Cagar Alam Tanjung Panjang, Randangan, saat ini terlihat kumuh, pasalnya sejumlah sisa-sia material pohon mangrove yang dirambah dibiarkan mengotori laut.
Pantauan Gorontalo Post Selasa (22/8) pekan kemarin, kumuhnya pesisir pantai Tanjung Panjang Kecamatan Randangan akibat berbagai material kayu berserakan dimana – mana, apalagi berada di pesisir pantai, bahkan sebagian sudah terbawa oleh ombak ke laut saat air pasang terjadi. Tentu kondisi itu membuat masyarakat prihatin, apalagi dengan rusaknya hutan mangrove hingga mengotori laut.
“Jadi pohon – pohon yang di babat tersebut terbawa oleh air pasang, sehingga jelas sudah mengotori pesisir laut. Kondisi ini butuh penyelematan semua pihak terutama oleh instansi terkait,” ungkap Djamaludin salah seorang warga yang sempat berbincang – bincang.
Menurutnya bahwa pohon – pohon yang berserakan tersebut perlu ada upaya pembersihan minimal pencegahan yang harus dilakukan agar kedepan, khusus dipesisir pantai benar benar dijaga ketat.
“Kalau pohon mangrove sampai dirusak, kemudian sampahnya berserakan hingga ke lautan jelas ini akan merusak okosistem laut,” pungkasnya. (tr-30/hargo)
