Hargo.co.id, GORONTALO – Kebakaran kembali menggemparkan warga, pada Jumat (21/10/2022) dini hari. Pasalnya, hanya dalam waktu singkat, tiga rumah di Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, masing-masing milik Ino Sabu, Alexander Giasi, dan Kowa Habu, ludes dilalap si jago merah. Tak hanya kehilangan harta benda, salah satu korban, Ino Sabu terpaksa dilarikan ke RSUD Bumi Panua karena mengalami luka bakar dibagian wajah dan lengan.
Dari informasi yang dirangkum, sekira Pukul 01.45 Wita, Ini Sabu beserta 6 anggota keluarganya dibuat kaget dengan bunyi ledakan dari kamar depan yang ditempati anaknya. Segera, Ino dan keluarganya yang lain langsung keluar dari dalam kamar dan mendapati kepulan asap tebal dari dalam kamar anaknya mulai menyelimuti seisi rumah. Panik dan khawatir dengan keselamatan anaknya, Ino pun berinisiatif mengambil air dan mencoba memadamkan api di kamar depan. Api yang sudah terlanjur menjalar di bagian dinding rumah membuat kobaran api sulit dipadamkan hingga akhirnya melahap seisi rumah.
Meski sang anak sempat menyelamatkan diri sebelum api membesar namun Ino yang awalnya masih mengira anaknya masih terjebak di dalam kamar justru mengalami luka bakar dibagian wajah dan lengan. Kondisi rumah yang terbuat dari papan, membuat api sulit dipadamkan hingga merembes ke dua rumah lainya milik Alexander Giasi dan Kowa Habu.
Melihat insiden tersebut, warga sekitar pun langsung berusaha membantu para korban untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sayang upaya warga pun tak mampu melawan kobaran api yang terlanjur membesar hingga mengakibatkan dua rumah rata dengan tanah, sementara satu rumah lainya juga terbakar. Baru pada pukul 02.00 Wita, api baru bisa dipadamkan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Bulili, Muhtar Lopuo, menyampaikan, akibat insiden kebakaran tersebut para korban terpaksa diungsikan ke rumah warga lainya. Mengingat harta benda korban ludes tak bersisa.
“Yang 1 keluarga numpang di rumah keluarga korban, penghuni dua rumah lainya terpaksa numpang sama aparat desa saya yang di tanjung. Tiga rumah tersebut dihuni 19 jiwa,” ucapnya.
Lanjutnya, untuk dugaan sementara penyebab kebakaran diakibatkan oleh hubungan arus pendek. Sementara itu, untuk total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Untuk kerugian keseluruhan itu diperkirakan ratusan juta rupiah, karena ada yang 1 rumah saja itu sekitar 60 jutaan. Kami pemerintah desa juga sudah turun ke lokasi untuk mengecek kondisi para korban. Kami dari pemerintah desa dan BPD juga sudah berembuk akan patungan untuk membantu korban kebakaran,” tutup Muchtar. (*)
Penulis: Ryan Lagili
