Hargo.co.id, GORONTALO – Puluhan warga yang tergabung dalam koalisi masyarakat dan pemuda Kecamatan Tabongo melakukan aksi demo di depan gedung DPRD Kabupaten Gorontalo. Mereka menuntut janji politik dari legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Batudaa Cs, pada Senin (17/10/2022).
Noldi Laiya, selaku orator massa aksi mengatakan, demo yang dilakukan untuk menindaklanjuti janji manis wakil rakyat terkait infrastruktur jalan rusak yang sering digunakan untuk jalur pendidikan, transportasi, komoditi pertanian, dan sarana penghubung antar kecamatan di wilayah Kecamatan Tabongo Cs.
“Mohon maaf kepada para anggota DPRD yang terhormat, demo hari ini murni dari masyarakat Kecamatan Tabongo, kami menuntut janji manis dari wakil-wakil rakyat yang sudah kami pilih. Ada banyak jalan rusak di tempat kami. Janji manismu mana?,” kata Noldi dalam orasinya.
Noldi merinci sejumlah sarana dan jalan rusak di wilayah Kecamatan Tabongo yang belum pernah tersentuh program pemerintah daerah seperti Jalan Tani penghubung Desa Limehe Timur – Desa Teratai, jembatan rusak Dusun Talumodungga – Desa Ambara, Jalan penghubung Desa Motinelo – Desa Tabongo Barat serta perbaikan saluran sepanjang jalan Desa Tabongo Barat.
Selanjutnya, jalan penghubung Desa Tabongo Timur dengan Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme. Jalan di Desa Limehu menghubungkan dengan Desa Limehe Barat, Desa Moahudu, dan Desa Ilomangga. Jalan penghubung Desa Motinelo – Desa Tabongo Barat dan jalan menuju kantor desa dan masjid jami desa di Desa Limehe Barat. Jalan Abdl Gani Habibie sepanjang 2 kilometer di Desa Ilomangga, serta Jalan Tani di Dusun Sarikatani dan Dusun Ilomangga Utara.
“Jujur, kami sedih melihat kondisi jalan yang seperti tidak diperhatikan pemerintah. Padahal sudah berulang kali diaspirasikan melalui desa, bahkan melalui wakil rakyat yang saat ini duduk di DPRD,” keluh Noldi.
Keluhan soal jalan rusak juga disampaikan tokoh masyarakat, Hasan Mohamad, warga Dusun Podutuma, Desa Teratai, Kecamatan Tabongo. Hasan menyampaikan, sebelumnya menerima janji politik Ketua DPRD Syam T Ase pada tahun 2021. Kepada warga Syam disebut akan merealisasikan perbaikan drainase di Desa Limehe Timur, perbaikan jalan melalui pekerjaan rabat beton, dan lanjutan rabat beton di Dusun Bobohu.
“Itu janji-janji beliau (Syam.red) kepada kami masyarakat. Kami datang untuk menuntut janji ini. Mana janji itu, sampai saat ini belum ada,” ujar Hasan.
Hasan berharap atas kedatangan masyarakat dan pemuda Kecamatan Tabongo, dapat mengetuk hati para anggota DPRD serta pemerintah untuk segera memperbaiki jalan tersebut.
“Kami ingin pemerintah segera turun tangan perbaiki jalan-jalan rusak. Harapan kami dari masyarakat sangat besar kepada DPRD dan pemerintah,” tandas Hasan.
Di depan gedung DPRD para massa aksi meminta untuk masuk dan berdiskusi atas aspirasi yang disampaikan. Mereka diterima Wakil Ketua I DPRD Irwan Dai dan Wakil Ketua II DPRD Roman Nasaru serta sejumlah anggota DPRD. Irwan mengatakan, DPRD sebagai perwakilan rakyat, penyambung lidah rakyat dan memang disayangkan, meskipun perwakilan Aleg dari Batudaa Cs termasuk tiga pimpinan berasal dari Batudaa Cs tetapi memang apa yang menjadi harapan masyarakat belum terpenuhi.
“Banyak pembangunan yang selesai hanya menggunakan dana desa dan faktanya kami aleg Batudaa cs sudah berteriak-teriak memperjuangkan aspirasi rakyat tetapi tidak mampu merealisasikannya,” ungkap Irwan.
Irwan mengaku dirinya dan aleg lainnya sudah berupaya mengaspirasikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan semuanya dikembalikan lagi ke pemerintah daerah dan juga OPD terkait.
“Kita lihat apakah bisa terealisasi 2023 nanti atau tidak,” tandasnya. (***)
Penulis: Deice Pomalingo
