Terdampak Banjir, 37 Warga Lekobalo Keluhkan Penyakit Kulit

×

Terdampak Banjir, 37 Warga Lekobalo Keluhkan Penyakit Kulit

Sebarkan artikel ini
Staff Puskesmas melakukan pelayanan pengobatan gratis kepada warga yang terkena penyakit kulit. (Foto: Istimewa)
Staff Puskesmas melakukan pelayanan pengobatan gratis kepada warga yang terkena penyakit kulit. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id GORONTALO – Sebanyak 37 warga Lingkungan IV, Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo mengeluhkan penyakit kulit pasca wilayah mereka terdampak banjir akibat meluapnya air Danau Limboto.

Untuk mengatasi keluhan itu, Puskesmas Pilolodaa melakukan layanan pengobatan secara gratis. Pengobatan dilakukan dengan cara mendatangi kediaman warga, meski masih terendam banjir. Dimana, petugas Puskesmas Pilolodaa menggunakan perahu nelayan sekitar agar bisa menjangkau para warga.

Kepala Puskesmas Pilolodaa, Ervina Hasania mengatakan, layanan kesehatan secara gratis kepada warga merupakan Tugas, Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang dilaksanakan pihaknya di beberapa wilayah kerja.

“Iya pengobatan gratis ini sering dilakukan oleh puskesmas terutama di kelurahan-kelurahan yang memang sering terdampak banjir. Ada tiga wilayah kerja saya, dua diantaranya sering terdampak banjir, paling lama terendam itu di kelurahan lekobalo,” kata Ervina.

Ervina mengaku, layanan kesehatan kepada warga terdampak banjir dilaksanakan tanpa ada perintah dari dinas.

“Dan itu sering kita laksanakan tanpa ada perintah dari dinas. Untuk 2023 baru kali ini banjir. Kejadiannya dua minggu kemarin dan yang melaporkan yaitu LPM kelurahan lekobalo itu sendiri,” ujar Ervina.

Dalam pelaksanaannya, kata Ervina, pihaknya menyebar petugas ke wilayah terdampak banjir.

“Petugas turun ke masing-masing wilayah kerja yang sudah kita bagi. Yang turun tadi ada yang dari perawat, gizi, kesling atau kesehatan lingkungan, dokter dan juga petugas lainnya,” ungkap Ervina.

“Jadi untuk pelayanan yang sudah kita laksanakan tadi, pelayanan yang dikhususkan kepada masyarakat yang terdampak banjir,” imbuh Ervina.

Diungkapkannya, saat layanan dilakukan, warga mengeluhkan penyakit gatal di kulit, dispepsia, penyakit lambung, suhu badan panas, batuk dan flu. Ada juga yang mengeluh tekanan darah tinggi, tetapi tidak terlalu berbahaya.

“Dari 49 yang dilayani sebagian besar keluhan penyakit kulit, 37 orang mengeluhkan penyakit kulit, selebihnya adalah penyakit ispa dan dispepsia, febris dan diare, serta penyakit persendian,” kata Ervina.

Adapun kategori usia warga yang menjalani pelayanan kesehatan, yakni balita, anak usia 6-10 tahun, 11-17 tahun, usia produktif 17-59 dan lansia usia 60 tahun ke atas.

“Dari pelayanan yang dilaksanakan tadi dari usia balita ada 3 orang, anak usia 6 hingga 10 tahun 3 orang, dan usia 11 sampai 17 tahun 2 orang. Kemudian usia produktif 17 sampai 59 tahun ada 25 orang, dan selebihnya adalah lansia yang usia 60 tahun ke atas, kurang lebih ada 13 orang,” ujar Ervina.

Ia berharap, layanan kesehatan yang diberikan Puskesmas Pilolodaa dapat mengobati penyakit yang dikeluhkan warga.

“Kami harap juga kedepannya untuk wilayah kerja saya terutama di kelurahan yang terdampak banjir itu Insya Allah sudah tidak ada lagi banjir, karena kalau di situ airnya surut nanti berbulan-bulan,” pungkasnya.(*)

Penulis: Sri Dewila Kasiaradja, Febrianca Toloy, Nur Nadiva Daeng, dan Nur Afni Tobelo/Mahasiswa Magang UNG