Hargo.co.id, GORONTALO – Warga masyarakat Gorontalo khususnya pengguna jalan menyebut aksi unjuk rasa yang digelar Mahasiswa di kawasan Bundaran Saronde Kota Gorontalo, mengganggu ketertiban umum.
Menurut warga, aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Selasa, (11/04/2023) sejak siang hingga malam hari tersebut, dinilai sangat mengganggu berbagai aktifitas warga khususnya lalu lintas. Dimana kawasan itu merupakan jalan utama dari dan menuju ke pusat kota hingga tempat ibadah.
“Lagi buru-buru mau buka puasa, malah terjebak macet di situ. Ini kan mengganggu. Pas malam mau tarwih, ternyata di sini masih ada aksi,” tutur Burhan Tano (pengguna jalan).
Keluhan yang sama juga diungkapkan Alin Huyungo, yang mengaku saat itu melintas di kawasan tersebut untuk menuju ke pasar sentral. Namun dirinya merasa kecewa karena harus memutar jauh kenderaannya, untuk menghindari kemacetan di lokasi berlangsungnya aksi unjuk rasa.
“Saya ini mau ke sentral untuk berbelanja kebutuhan. Pas mau masuk bundaran, saya lihat ada banyak orang. Ternyata demo, jadi saya terpaksa memutar jauh. Wartawan juga perlu tulis ini,” ungkap Alin Huyungo. (Pengguna jalan).
Tidak hanya itu, menurut warga lainnya, aksi unjuk rasa serupa, bukan hanya pertama kali digelar di kawasan ini, bahkan saat azan Magrib hingga Isya berkumandang, aksi unras masih berlangsung.
“Dari jam 5 sore memang mereka sudah ada di sini. Tadi saya mau ke masjid untuk buka puasa dan salat magrib, aksi masih berlangsung. Begitu juga mau pergi tarwih. Sekarang kan bulan puasa, hargailah,” beber Arifin Yusuf Longalo.
Masih dalam keluhan yang sama, Hardianto Abdullah selaku warga Kota Gorontalo, menitipkan harapannya melalui media ini, khususnya kepada massa pengunjuk rasa, untuk lebih memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan warga masyarakat umum, ketika hendak menggelar aksi unjuk rasa.
“Silahkan berekspresi dan menyampaikan aspirasi. Tapi ingat, harus tertib dan tidak mengganggu apalagi sampai merusak fasilitas umum. Itu banyak sampah mereka tinggalkan setelah aksi. Itu kan kesannya buruk,” kata Hardianto Abdullah.
Dari pantauan Wartawan media ini di lapangan, massa aksi baru membubarkan diri dengan tertib pada pukul 19.20 Wita. Meski berlangsung aman dan kondusif, aksi tersebut mendapat pengamanan dari aparat kepolisian.(*)
Penulis: Zulkifli Polimengo
