Hargo.co.id, GORONTALO – Pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) untuk Pemilu 2024 telah berakhir.
Dari sejumlah nama yang didaftarkan oleh parpol lebih banyak didominasi nama-nama yang tak asing lagi di dunia perpolitikan. Seperti halnya, Hamim Pou.
Bupati Bone Bolango itu maju sebagai Bacaleg DPR RI.
Menariknya, Ketua DPW Nasdem Provinsi Gorontalo itu, tidak maju lewat Daerah Pemilihan (Dapil) Gorontalo, namun dari Dapil Sulawesi Utara (Sulut).
Banyak yang kaget dengan majunya Hamim Pou. Sebab, Hamim tak pernah dibicarakan untuk bertarung ke Senayan.
Ia justru diisukan untuk ke Pilgub Gorontalo tahun depan.
Dapil Sulut sendiri, bukan hal yang asing bagi Hamim.
Dikutip dari Harian Gorontalo Post (Grup Hargo.co.id), sebelum menjadi Bupati, ia merupakan wartawan yang berkiprah di Sulut.
Apalagi mantan pimpinan redaksi Gorontalo Post itu, merupakan putra kelahiran Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), sehingga pilihan untuk merebut satu dari enam kursi DPR RI dapil Sulut, diyakini bisa dicapai.
Hamim dalam line-up Caleg DPR RI Nasdem dapil Sulut, diplot pada nomor urut empat.
Ia harus bersaing dengan lima kader Nasdem Sulut lainya, seperti Tatong Bara (Wali Kota Kotambagu), Vicky Lumentut (mantan Wali Kota Manado), Max J Lomban (Wali Kota Bitung), Felly Runtuwene (incumben DPR RI), dan Wasekjen DPP GARPU NasDem, Andres M. Andaria.
Masuknya Hamim Pou dalam daftar bacaleg Nesdem dapil Sulut, membuat kader muda potensial NasDem, Brigital Hillary Lasut (aleg Nasdem DPRRI) tak masuk dalam daftar caleg Nasdem untuk Pemilu 2024.
Putri Bupati Talaud, Elly Lasut itu dikabarkan langsung pindah haluan ke partai Demokrat.
Elly Lasut sendiri merupakan ketua DPD Demokrat Sulut.
Sementara itu, Hamim Pou yang ditemui Senin (15/5) kemarin, tidak menampik dirinya masuk dalam daftar bacaleg DPR RI partai Nasdem.
Ia membenarkan jika namanya diplot ke dapil Sulut. Menurut Hamim, pencalonan dirinya ke DPR RI melalui Dapil Sulut, merupakan instruksi partai.
“Bukan keinginan saya. Itu perintah partai kepada saya.
Mungkin partai berpikir, dengan dicalonkan saya ke DPR RI melalui Sulut, akan lebih memperkuat Nasdem, bahkan menambah peroleh kursi Nasdem di DPR RI,” kata Hamim yang ditemui usai salat dzuhur di Masjid Al-Mutatahirin, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, kemarin.
Kendati begitu, Hamim menegaskan, pencalonan dirinya belum final atau masih bisa berubah. “Belum final. Masih bisa berubah,”ujarnya.
Hamim mengaku lebih suka untuk maju melalui dapil Gorontalo.
Ia yakin, jika masuk daftar caleg dapil Gorontalo, kursi Nasdem akan bertambah.
“Saya lebih suka maju dari Gorontalo, meski saya merupakan kelahiran Bolmong Selatan.
Kalau saya maju dari Gorontalo, bisa saja suara Nasdem untuk DPR RI bertambah,” ucap Hamim tersenyum.
Mundur Bupati
Hamim Pou bakal menjadi satu-satunya kepala daerah di Gorontalo yang bertarung di Pileg 2024 mendatang.
Hal itu jika nanti namanya benar-benar masuk dalam daftar calon tetap (DCT) Pemilu 2024 dapil Sulawesi Utara.
Diketahui, Bupati Bone Bolango itu, diusulkan Nasdem sebagai salah satu bacaleg DPR RI dapil Sulut.
Konsekuensinya, Hamim harus menanggalkan kursi bupati. Dalam ketentuan kepala daerah atau wakil kepada daerah yang ingin maju sebagai calon anggota legislatif di Pemilu 2024 mendatang, wajib mundur dari jabatannya. Termasuk, ASN, TNI, Polri, direksi dan jabatan lainnya.
Sebab, apabila tidak mundur secara resmi maka dipastikan akan digugurkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Hal itu, sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 10 tahun 2023 tentang pencalonan anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.
“Itu berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 10 tahun 2023 tentang pencalonan anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Diatur dalam pasal 12, pasal 14 dan pasal 18. Bupati, wakil bupati serta wali kota dan Gubernur.
Juga TNI/Polri, ASN harus mundur,” tegas Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU RI, Idham Holik, baru-baru ini. (tro/rwf)
