Hargo.ac.id, GORONTALO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo menghimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap bencana alam yang dapat terjadi sewaktu waktu.
Berdasarkan data yang dihimpun Hargo.co.id, sebanyak 25 Bencana terjadi di Kota Gorontalo sepanjang 2022 kemarin. Jumlah ini juga cenderung bertambah setiap tahunnya.
Pejabat Fungsional Pelaksana BPBD Kota Gorontalo Suryono Khoeswadi mengatakan, puluhan bencana alam tersebut didominasi oleh kejadian longsor, banjir bandang dan angin puting beliung.
“Ada sekitar 25 kejadian bencana di 2022 kemarin yaitu Kejadian longsor sekitar 18, tiga kejadian pohon tumbang, dua kali kejadian banjir dan kejadian angin puting beliung ada dua kali,” kata Suryono Khoeswadi, Rabu (17/5/2023).
Dirinya mengungkapkan, bencana alam yang terjadi pada 2022 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan 2021.
“Kalau dilihat jumlahnya, kejadian bencana yang menimpa warga sepanjang tahun 2022 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, di tahun 2021 ada 19 kejadian bencana,” katanya memaparkan.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, dalam penanganannya, penyaluran bantuan untuk korban yang terdampak musibah membutuhkan waktu kurang lebih seminggu hingga diterima oleh para korban.
“Proses perhitungan anggaran untuk diberikan kepada korban musibah itu membutuhkan waktu selama seminggu seperti jika rusak atap rumah maka diberikan bahan seperti sen dan lain-lain,” kata Suryono Khoeswadi.
Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana yang bisa terjadi kapan saja, terutama masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.
“Saya berharap masyarakat dapat waspada pada setiap bencana terutama yang berada di wilayah rawan bencana seperti rumah yang berdekatan dengan rawan longsor maupun pohon besar,” pungkasnya.(*)
Penulis: Nur Nadiva Daeng/Mahasiswa Magang UNG
