Bocah Yang Tenggelam di Sungai Bulili Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini

×

Bocah Yang Tenggelam di Sungai Bulili Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Jumat (26/05/2023)
Tim gabungan saat melakukan pencarian bocah 13 tahun yang tenggelam di Sungai Bulili, Kabupaten Pohuwato. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Memasuki hari kedua, pencarian terhadap seorang bocah berusia 13 tahun yang tenggelam di Sungai Bulili, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, belum membuahkan hasil.

Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan media ini pada Jumat (26/05/2023), pencarian terhadap korban yang diketahui bernama Rahmat Kasim (13), warga Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, itu dimulai sejak pukul 07.00 hingga 17.30 Wita.

Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto, mengungkapkan, operasi SAR kali ini melibatkan petugas gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Marisa sebanyak 7 orang, 1 Babinsa, 7 personel Polairud, 1 Anggota TNI AL, 3 Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Marisa, 2 petugas dari BPBD Kabupaten Pohuwato, serta sejumlah masyarakat dan keluarga korban.

“Jadi hari ke dua ini, kami bagi menjadi 2 regu, yaitu satu regu menyisir secara manual di sekitar lokasi tenggelamnya korban, dan regu ke dua menyisir menggunakan perahu karet dan perahu nelayan, dengan radius 500 meter di sekitaran muara hingga ke arah tenggara muara,” ungkap Heriyanto.

Selain itu Kakansar Gorontalo juga menyampaikan, hingga pukul 17.30 Wita, upaya pencarian korban yang dilakukan tim gabungan ini belum juga membuahkan hasil, sehingga rencananya operasi sar kembali akan dilanjutkan besok pagi.

“Hari ke dua ini masih nihil. Besok kita akan lanjutkan pencarian lagi,” kata Heriyanto, Jumat (26/05/2023).

Seperti yang sebelumnya diberitakan media ini, bocah 13 tahun tersebut dikabarkan tenggelam di Sungai Bulili, saat sedang bermain bersama rekan-rekannya. Saat itu korban hendak mengambil balon yang dimainkannya, namun naas, korban tenggelam setelah mengejar balon hingga ke area sungai yang lebih dalam.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo