Hargo.co.id, GORONTALO – Bagi Pemerintah dan DPRD Kabupaten Pohuwato tumbuhnya iklim investasi di daerah tersebut, dapat memberikan pengaruh positif bagi pembangunan ekonomi masyarakat dan daerah.
Terlebih, investasi di daerah membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat.
Namun dari sisi lain, sebagaimana di sampaikan Anggota DPRD Yunus Usman, pihaknya selaku lembaga mitra sejajar dengan pemerintah daerah,
tentu akan selalu bersikap kritis manakala perusahaan sebagai investor tidak berperilaku sebagaimana mestinya.
“Kami selalu terbuka terhadap mereka (Investor). Tapi ingat, kami akan selalu mengawasi dan mengkritisi apabila ada investor yang melakukan hal yang tidak,” kata YAU, saat di temui usai paripurna penyerahan rekomendasi LKPJ Kepala Daerah, Selasa (6/6/2023).
Sehubungan dengan hal tersebut, Anggota DPRD Dapil Lemito – Popayato serumpun ini juga dengan tegas memberikan peringatan kepada PT Inti Global Laksana atau IGL, untuk tidak semena-mena memotong gaji karyawannya, yang merupakan masyarakat Pohuwato.
Yunus tegas menyoroti PT IGL. Itu setelah pihaknya mendapatkan laporan dari karyawan PT IGL, yang mana ada pemotongan gaji karyawan yang tidak berdasarkan prosedur dan perjanjian kerja.
“Karyawan ini gajinya sering terpotong. Penyebabnya itu seperti yang informasi yang saya terima, bahwa saat sedang bekerja di lapangan, tiba–tiba hujan turun. Mereka ini kan berteduh dulu menunggu hujannya berhenti. Tapi gara-gara itu gaji mereka dipotong,” ujar Yunus.
Herannya, kata Yunus, pemotongan yang seperti itu hanya berlaku di satu divisi saja, yakni divisi TUK. Sementara divisi lain tidak seperti itu. Ia pun geram dan meminta pemerintah daerah segera bertindak atas laporan tersebut.
Bahkan tidak hanya itu, para pekerja ini kata dia, menerima perlakuan yang diskriminatif dari segi aturan dan pekerjaannya. Bagaimana tidak, sejumlah karyawan, terang Yunus, di pindahkan untuk bekerja ke bagian lain untuk mengangkat balok kayu yang bebannya jauh lebih berat dari kemampuan para karyawan tersebut. Alhasil, sejumlah karyawan ini telah memutuskan untuk berhenti
“Saya kira ini harus menjadi atensi Dinas Nakertrans untuk memperhatikan pekerja di sana. Karena mereka hadir di sini berinvestasi, bukan berarti mereka semena-mena terhadap masyarakat kita. Dan kita DPRD akan terus menindaklanjuti laporan ini,” tegas Aleg partai Kebangkitan Bangsa itu.(*)
Penulis: Riyan Lagili
