Ekonomi

Jelang Ramadhan, Harga Cabai Melonjak Dua Kali Lipat

×

Jelang Ramadhan, Harga Cabai Melonjak Dua Kali Lipat

Share this article
Jelang Ramadhan, Harga Cabai Melonjak Dua Kali Lipat
Aktivitas jual beli masyarakat di pasar sentral Kota Gorontalo. (Foto : Ismail Lasimpala untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kenaikan harga cabai di Pasar Sentral Kota Gorontalo menjelang Ramadhan, memicu kekhawatiran pelaku usaha.

Berita Terkait:  Apakah Bitcoin Akan Menembus US$100.000? Clarity Act dan Sentimen Makro Jadi Sorotan Pasar Kripto

Para pedagang meminta respons cepat pemerintah untuk menangani fluktuasi harga untuk menjaga stabilitas ekonomi seiring dekatnya bulan suci tersebut.

Seperti yang disampaikan Karim (40), seorang pedagang rempah di pasar sentral Kota Gorontalo. Menurutnya harga cabai mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dari harga biasanya.

Berita Terkait:  57% Jawaban AI Tidak Menyebut Brand, Apa Dampaknya bagi Bisnis?

Lonjakan harga ini, kata dia, terjadi hanya dalam beberapa hari.

“Harganya tidak stabil, beberapa hari lalu Rp. 20.000 per kg, tapi sekarang menjelang puasa sudah mencapai Rp. 40.000 kg,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Dari Prestasi Akademik dan Non-Akademik: Perjalanan Irham Mengembangkan Diri di BINUS @Bandung

“Bahkan di semua tempat, juga begitu harganya,” ujarnya.

Menurutnya, faktor permintaan yang tinggi juga menjadi pemicu kenaikan harga.

Berita Terkait:  Analisis Mendalam Jimmy Gunawan tentang Akhir 2025: "Zaman Keemasan" FDI ASEAN dan Restrukturisasi Rantai Pasok Global "China Plus N"

Meskipun petani berupaya memenuhi permintaan, kata dia, keterbatasan pasokan tetap berkontribusi pada kenaikan harga merica.

Belum lagi faktor-faktor seperti perubahan iklim yang mempengaruhi produksi cabai di beberapa daerah penghasil.

Berita Terkait:  Pelatihan Kopi Bagi Jurnalis, Ubah Penikmat Jadi Pengusaha

“Cuaca tidak stabil juga telah mempengaruhi panen cabai, menyebabkan pasokan menjadi terbatas,” tuturnya.

Dirinya berharap ada peran pemerintah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan berbelanja.

Berita Terkait:  Angkutan Perkebunan KAI Tembus 521.698 Ton, Menopang Kebutuhan Masyarakat Jelang Natal dan Tahun Baru

“Saya berharap pemerintah dapat membantu agar pendapatan kami, yang berjualan di dalam pasar, tidak kalah dengan pedagang yang berjualan di jalan,” ujar Karim.(*)

Penulis: Ismail Lasimpala
Editor: Sucipto Mokodompis 

Berita Terkait:  KAI Daop 7 Madiun Layani 13.210 Penumpang pada Hari Pertama Nataru 2025/2026