Ekonomi

Pernah Dengar Metode Sinking Fund? Cara Menyiapkan Pengeluaran Besar Tanpa Bikin Keuangan Kaget

×

Pernah Dengar Metode Sinking Fund? Cara Menyiapkan Pengeluaran Besar Tanpa Bikin Keuangan Kaget

Share this article

Sinking fund adalah metode menyisihkan uang secara bertahap untuk kebutuhan yang sudah diperkirakan akan datang di masa depan. Berbeda dengan dana darurat yang digunakan untuk situasi tak terduga, sinking fund justru dipersiapkan untuk pengeluaran yang sudah direncanakan, seperti liburan, membeli gadget baru, biaya pendidikan, hingga uang muka rumah.

Belakangan ini, metode sinking fund semakin banyak dibahas karena membantu mengatur keuangan tanpa harus mengganggu tabungan utama atau menggunakan utang saat kebutuhan datang.

Lalu, apa itu sinking fund, dan bagaimana cara menerapkannya?

Apa Itu Sinking Fund?

Secara sederhana, sinking fund artinya dana yang dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk tujuan tertentu dalam jangka waktu yang sudah direncanakan.

Misalnya, kamu ingin liburan enam bulan lagi dengan anggaran Rp6 juta. Daripada menyiapkan seluruh dana sekaligus menjelang keberangkatan, kamu bisa menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan hingga target tercapai.

Dengan cara ini, pengeluaran terasa lebih ringan karena dilakukan secara bertahap.

Sinking Fund Berbeda dengan Dana Darurat

Masih banyak yang menganggap sinking fund sama dengan dana darurat. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

– Dana Darurat

– Sinking Fund

– Untuk kondisi tidak terduga

– Untuk kebutuhan yang sudah direncanakan

– Digunakan saat terjadi keadaan mendesak

– Digunakan sesuai target waktu

Kalau dana darurat sifatnya “jaga-jaga”, sinking fund justru dibuat karena kamu sudah tahu kebutuhan tersebut akan datang.

Kapan Sebaiknya Membuat Sinking Fund?

Metode ini cocok digunakan untuk berbagai tujuan keuangan, misalnya:

– Liburan akhir tahun

– Biaya pendidikan

– Uang muka kendaraan atau rumah

– Renovasi rumah

– Membeli laptop atau smartphone baru

– Persiapan biaya pernikahan

Berita Terkait:  KAI Akomodir Kebutuhan Pengguna LRT Jabodebek di Libur Nasional dan Weekday

Semakin jelas target dan waktunya, semakin mudah menentukan jumlah yang perlu disisihkan setiap bulan.

Cara Membuat Sinking Fund

Menerapkan sinking fund sebenarnya cukup sederhana.

1. Tentukan Tujuan Keuangan

Mulailah dengan menentukan kebutuhan yang ingin dipersiapkan. Misalnya, dana liburan, biaya pendidikan, atau membeli kendaraan.

2. Hitung Target Dana

Setelah mengetahui kebutuhan, tentukan nominal yang ingin dikumpulkan.

Contoh:

Target dana: Rp12 juta

Target waktu: 12 bulan

Artinya, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan.

3. Pisahkan dari Rekening Operasional

Agar tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari, sebaiknya sinking fund disimpan secara terpisah.

Cara ini membantu mengurangi godaan menggunakan dana sebelum waktunya.

4. Sisihkan Secara Konsisten

Tidak harus langsung besar. Sisihkan dana secara rutin sesuai kemampuan. Konsistensi biasanya lebih berpengaruh dibanding nominal yang besar di awal.

Di Mana Sebaiknya Menyimpan Sinking Fund?

Pilihan tempat menyimpan sinking fund dapat disesuaikan dengan target waktu dan kebutuhan likuiditas.

Jika dana kemungkinan akan digunakan dalam waktu dekat, sebagian orang memilih menyimpannya pada tabungan yang mudah diakses.

Namun, jika target penggunaannya sudah jelas dan dana tidak dibutuhkan dalam waktu dekat, sebagian masyarakat juga mempertimbangkan produk simpanan berjangka sesuai kebutuhan dan karakteristik produknya.

Pilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, dan pahami ketentuan produk sebelum menggunakannya.

Deposito Online Fleksibel untuk Rencana Keuangan

Kalau sinking fund yang kamu siapkan belum akan digunakan dalam waktu dekat, deposito online fleksibel dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Salah satunya adalah Deposito FLEXI di neobank dari Bank Neo Commerce.

Berbeda dengan deposito berjangka pada umumnya, Deposito FLEXI memberikan fleksibilitas apabila dana dicairkan sebelum jatuh tempo. Nasabah tetap memperoleh bunga kompetitif*. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, nasabah bisa mendapatkan bunga sebesar 2% per tahun sesuai ketentuan produk, sehingga dapat menjadi pilihan bagi yang menginginkan fleksibilitas lebih dalam mengelola dana.

Berita Terkait:  Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS-Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati

Sebelum membuka deposito, pastikan kamu memahami fitur produk, pilihan tenor, tingkat bunga, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan bank. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito.

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Deposito FLEXI, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Deposito FLEXI di website resmi Bank Neo Commerce.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

PTPP Kembali Diakui dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, Tegaskan Daya Saing dan Ketahanan Bisnis di Tingkat RegionalPT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), kembali mencatatkan pencapaian di tingkat regional dengan berhasil mempertahankan posisinya selama tiga tahun berturut-turut dalam daftar Fortune Southeast Asia 500. Dalam pemeringkatan tahun 2026 ini, PTPP menempati peringkat ke-279 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025. Di sektor Engineering & Construction Indonesia, PTPP juga berhasil menempati peringkat ketiga, menegaskan posisi Perseroan sebagai salah satu pelaku utama industri konstruksi nasional yang mampu bersaing di tingkat regional. Penghargaan dan pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 merupakan bagian dari inisiatif Fortune Media dalam memetakan kinerja 500 perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara berdasarkan pendapatan. Program ini diselenggarakan oleh Fortune Media bersama Danantara Indonesia, dan menjadi forum apresiasi bagi perusahaan-perusahaan dengan skala bisnis terbesar di kawasan. Sertifikat penghargaan diserahkan secara langsung oleh CEO Fortune Asia, Khoon Fong Ang, kepada perwakilan perusahaan pada ajang Executive Dinner & Fortune Southeast Asia 500 Awards 2026 yang digelar di East Ballroom, The Langham Jakarta, Sudirman Central Business District (SCBD), pada 18 Juni 2026. Acara tersebut mempertemukan para pimpinan perusahaan terkemuka dari berbagai negara di Asia Tenggara yang masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan ketahanan bisnis serta konsistensi kinerja Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi dan infrastruktur yang terus berkembang. “Pengakuan ini mencerminkan konsistensi PTPP dalam menjaga kinerja operasional dan memperkuat fundamental bisnis di tengah tantangan industri yang dinamis. Ke depan, kami akan terus fokus pada peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola perusahaan, serta eksekusi proyek-proyek strategis nasional yang memberikan nilai tambah berkelanjutan,” ujar Joko Raharjo. Capaian ini memperkuat posisi PTPP sebagai perusahaan konstruksi dan investasi nasional dengan daya saing regional, sekaligus mencerminkan kontribusi Perseroan dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari tujuh dekade, PTPP terus berkomitmen menjalankan transformasi bisnis secara berkelanjutan melalui inovasi, digitalisasi, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta penguatan portofolio usaha yang berkelanjutan. Dengan kembali masuk dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, PTPP menegaskan posisinya sebagai perusahaan konstruksi nasional yang memiliki daya saing di tingkat regional serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. —SELESAI— About PT PP (Persero) Tbk PT PP (Persero) Tbk (kode emiten: PTPP) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1953. Saat ini, PTPP memiliki 7 (tujuh) lini bisnis yang terintegrasi mulai dari Upstream, Middlestream sampai dengan Downstream, yang meliputi: Energi, Properti, Infrastruktur, Jasa Konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Peralatan Berat dan Pracetak. PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi Pelabuhan, Pembangkit Listrik, Airport, Bendungan, dan Gedung di Indonesia. PTPP merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly Green Building di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional atas hasil karyanya. PTPP mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada tahun 2015, PTPP mencatatkan saham entitas anak PT PP Properti Tbk (kode emiten: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan, PTPP berekspansi di sektor Energi dan Infrastruktur di tahun 2016. Pada tahun 2017, entitas anak yang bergerak sebagai kontraktor berbasis peralatan berat PT PP Presisi Tbk (kode emiten: PPRE) melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 23% saham ke publik. Untuk menghadapi era Industry 4.0, PTPP melakukan strategi operasional excellence dengan menerapkan sistem informasi yang handal, yaitu ERP sebagai enterprise system utama yang didukung berbagai aplikasi penunjang operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan kedepan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi serta menjadi perusahaan yang unggul serta excellence. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Ekonomi

PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), kembali mencatatkan pencapaian…