Kab. Boalemo

Lahmudin Hambali Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Data KPM Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting

×

Lahmudin Hambali Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Data KPM Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting

Share this article
Lahmudin Hambali Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, Data KPM Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting
Wabup Boalemo, Lahmuddin Hambali saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kader Pembangunan Manusia (KPM) tingkat Kabupaten Boalemo di Cabana Resort Pantai Bolihutuo, Jumat (9/10/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, mendorong penguatan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pencegahan dan penurunan stunting.

Berita Terkait:  Wabup Lahmuddin Tegaskan Nol Toleransi Pungli di Sekolah

Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada akurasi data, ketepatan intervensi, serta keterlibatan aktif seluruh elemen hingga tingkat desa.

Penegasan itu disampaikan Lahmuddin saat membuka rapat koordinasi (Rakor) kader pembangunan manusia (KPM) tingkat Kabupaten Boalemo di Cabana Resort Pantai Bolihutuo, Jumat (9/10/2026).

Berita Terkait:  Makanan Tak Sesuai hingga Sering Telat, SRT 1 Boalemo Akhirnya Putus Kontrak Vendor

Menurut Lahmuddin, penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, para kader, dan masyarakat agar setiap upaya pencegahan berjalan efektif.

“Pencegahan dan penurunan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama. Upaya ini tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, tetapi membutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan komitmen semua pihak,” tegasnya.

Berita Terkait:  500 Paket Zakat ASN Disalurkan, Rum–Lahmuddin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial

Ia juga mengingatkan pentingnya pendataan rumah tangga dengan sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Data tersebut, kata Lahmuddin, bukan sekadar angka yang harus dimasukkan ke dalam sistem, melainkan menjadi dasar dalam menentukan sasaran dan memastikan intervensi diberikan sesuai kebutuhan.

Berita Terkait:  Usai Proyek Huwongo–Tanah Putih, Pemkab Boalemo Fokus Luruskan Jalan Botumoito

Maka dari itu, Kader Pembangunan Manusia memiliki posisi strategis dalam mengawal pelaksanaan program pencegahan stunting di desa.

KPM diharapkan aktif memantau layanan bagi rumah tangga sasaran 1.000 HPK sekaligus memastikan tidak ada kelompok sasaran yang luput dari pelayanan, termasuk masyarakat di wilayah pelosok.
Berita Terkait:  Lobi Pusat, Wabup Boalemo Dorong Tambahan Dukungan Anggaran

Lahmuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh KPM atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendukung upaya penurunan stunting. Ia berharap para kader terus meningkatkan ketelitian dalam pendataan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait.

Melalui rakor tersebut, pemerintah daerah juga mendorong evaluasi terhadap proses penginputan data melalui aplikasi electronic Human Development Worker (e-HDW).

Berita Terkait:  IPM Boalemo Naik Jadi 69,89, Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Terus Didorong

Evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sekaligus merumuskan solusi agar pelaporan konvergensi pencegahan stunting dapat berjalan sesuai tahapan dan tepat waktu.

“Jangan sampai ada data yang terlewat, sasaran yang tidak terpantau, atau laporan yang terlambat. Mari kita perkuat koordinasi dan komunikasi agar upaya penurunan stunting benar-benar berjalan optimal,” tandas Lahmuddin Hambali.

Berita Terkait:  Harian Gorontalo Post Kirim Perwakilan jadi Penguji Kompetensi di SMKN 1 Boalemo

Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Boalemo, Iwan Woluwo; Kepala Dinas Sosial dan PMD, Syarifudin Lamusu;

Ketua TP PKK Kabupaten Boalemo sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu, Hartati Moha Pagau; serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Boalemo sekaligus Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu, Rina Sarkam Hambali.(Rls) 

Berita Terkait:  Pemkab Boalemo Genjot Penanganan Sampah, Perkuat Sinergi dengan DPR RI