GORONTALO, Hargo.co.id – Aksi 1212 atau gerakan subuh berjamaah yang menjadi lanjutan dari aksi bela Islam III 212 tak terlihat di Gorontalo. Padahal saat aksi 212, Gorontalo menjadi satu dari 14 provinsi ikut menyelenggarakan aksi 212 di daerah.
Pada saat subuh (12/12) tidak terlihat ada gerakan masif dari umat muslim di Gorontalo untuk menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid. Aktifitas yang menonjol di sebagian besar masjid hanya terkait dengan perayaan maulid nabi Muhammad SAW berupa tradisi dikili dan walima.
Namun sejumlah warga Gorontalo mengapresiasikan dukungannya terhadap gerakan salat subuh berjamaah melalui media sosial. Seperti pemilik akun bernama Asriyati Nadjamuddin yang memposting foto salat subuh berjamaah di masjid Al Isla Kota Gorontalo.
Dalam foto tersebut, terlihat masjid yang berukuran tidak terlalu besar itu tampak dipenuhi oleh jemaah salat subuh.
Sepinya gerakan salat subuh berjamaah di Gorontalo ini, berbeda jauh dengan yang terjadi di sejumlah daerah seperti Bandung, Solo, Depok, Cirebon dan Bekasi.
Di wilayah ini ribuan umat muslim memadati masjid untuk menunaikan salat subuh berjamaah yang menjadi lanjutan aksi bela islam III yaitu salat jumat berjamaah di Monas.
Seperti dilansir merdeka.com, Diperkirakan puluhan ribu umat muslim tumplek di Lapangan Gasibu, Kota Bandung. Mereka turut dalam kegiatan 1212 yang digagas Darut Tauhid (DT) Bandung untuk mendengarkan tausiyah dari Aa Gym usai salat subuh berjamaan di masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12).
Selain Bandung, Pemerintah Kota Depok juga turut mengadakan Gerakan shalat subuh berjamaan 1212 yang dilaksanakan di Masjid Balai Kota Depok, Respon warga sangat baik.
Seperti dilansir republika.co.id, salah subuh berjamaah itu dihadiri oleh Wali Kota Depok, Ketua MUI Depok dan para ulama lainnya. Sekitar 2000 jama’ah melaksanakan shalat subuh.
Masjid yang biasanya sepi terutama saat shalat subuh itu berubah menjadi sangat ramai. Jama’ah meluber hingga ke lapangan masjid, meskipun gerimis jama’ah tetap dengan khidmat melaksanakan shalat Subuh berjamaah.
Tak hanya itu, ribuan warga mengukuti kegiatan Subuh Berjamaah di Masjid Raya At-Takwa Kota Cirebon, Senin (12/12). Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan.
Sementara Ratusan warga Kota Bekasi, Jawa Barat mengikuti gerakan subuh berjamaah di Islamic Center KH Noer Ali, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/12). Usai shalat subuh, jamaah berzikir dengan membaca satu juz Alquran.
Muslim se-Solo Sepakat Boikot 2 Media dan Swalayan
Ribuan umat Muslim Solo yang hadir dalam gerakan subuh berjamaah, Senin (12/12), menyepakati tiga poin yang akan diwujudkan dalam 3 aksi nyata.
Dikutip dari Republika.co.id, Panitia Gerakan Subuh Berjamaah yang juga Divisi Ekonomi DSKS, Nurhadi menjelaskan, kesepakatan tersebut langsung dilakukan mulai hari ini (12/12).
Pertama, mereka sepakat mengistiqomahkan subuh berjamaah di Masjid. Kedua, sepakat memboikot sebuah stasiun televisi nasional dan sebuah surat kabar nasional yang dinilai kerap menyudutkan dan memberikan berita negatif tentang umat Muslim.
Ketiga sepakat untuk tidak membeli dan mengkonsumsi barang belanjaan dari pasar modern atau swalayan.
Hal ini dilakukan sekaligus untuk mendorong para pelaku usaha kecil terutama di pasar tradisional untuk bangkit.
“Kita selama ini kurang perhatian pada saudara kita, pelaku usaha ekonomi menengah ke bawah, mereka yang mati usahanya karena kita tinggalkan, sebaliknya kita menghidupkan toko modern yang ekonominya menjajah kita, mereka (pengusaha pasar modern) mempunyai jaringan, tidak mengenal batasan dan punya misi untuk menguasai Indonesia,†tambahnya.
Senin (12/12) pagi, Muslim se-Solo memadati Masjid MUI Semanggi Kota Surakarta. Jamaah pria memenuhi bagian dalam masjid. Nyaris tak ada celah kosong, tiap shaf terisi. Bahkan beberapa jamaah memilih tempat di lantai dua dalam masjid. (net/hargo)
