BMKG : Kwandang, Waspadai Sambaran Petir di Gorut

×

BMKG : Kwandang, Waspadai Sambaran Petir di Gorut

Share this article
Ilustrasi

GORONTALO, Hargo.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo menghimbau kepada masyarakat yang berada di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), terutama di wilayah Kecamatan Kwandang, Gentuma Raya dan Atinggola untuk mewaspadai petir menyusul awan Cumulonimbus (CB) yang cukup tebal di wilayah itu.

“Jadi sesuai hasil pengamatan kami pada pukul 17.50 Wita (kemarin,red), ada tutupan awan Cumulonimbus yang cukup tebal di wilayah tersebut. Ini berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir,” ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi, BMKG Gorontalo, Fathuri Syahbani, kemarin, Kamis (15/12).

Fathuri menjelaskan, setidaknya ada empat tipe petir yang berpotensi dari cuaca awan tebal Cumulonimbus ini, yakni petir awan ke tanah (CG), petir dalam awan (IC), petir awan ke awan (CC) dan petir awan ke udara. Nah, petir yang sering menyambar manusia adalah tipe CG atau petir awan ke tanah.

Petir ini, kata Fathuri, harus diwaspadai dan tidak melakukan aktivitas atau kegiatan di lapangan terbuka, memancing, berenang, bekerja di sawah atau di jalan, bermain golf, berkomunikasi menggunakan telepon, termasuk memperbaiki peralatan listrik dan lain-lain.

Untuk itu, Fathuri mengatakan, tanda-tanda petir semakin mendekat saat seseorang berada di ruang terbuka, yakni rambut di kepala terasa mulai berdiri. Jika begitu, harus cepat masuk ke dalam gedung atau bangunan.

Namun bila tidak ada tempat berlindung, segera jongkok serendah-rendahnya.

“Tapi bukan berbaring atau tiarap,” jelas Fathuri. Fathuri juga mengutarakan, jika ada seseorang tersambar petir, maka sudah pasti 50 persen fatal akibatnya, “Biasanya petir menyambar kepala atau salah satu telinga kita,” tambahnya lagi.

Kemudian, petir membuat kulit manusia terbakar hingga sedalam beberapa sentimeter.

Akibat tersambar petir pula, seseorang juga bisa mendapat serangan jantung, buta dan tuli.

Tapi jika tidak, meski orang tersebut selamat maka kebanyakan syarafnya rusak secara permanen, ujar Fathuri.

Jika sebuah bangunan tersambar petir, arus listrik akan mencari jalan yang bersifat konduktif terutama di sekitar sisi luar atau tepi luar bangunan, misalnya antena pipa saluran air dan pembuangan.

“Seseorang yang sedang mandi, memakai telpon, cuci tangan atau memegang pipa logam secara langsung maupun tidak, kemungkinan dapat tersambar petir. Peralatan dari listrik bisa rusak oleh arus puncak yang besar atau oleh gelombang getar elektromagnetik,” urainya.

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat yang berada di tiga wilayah di Gorut tersebut untuk berhati-hati dan mewaspadai petir dengan tidak melakukan aktivitas di luar rumah.(tr-53/hargo)