Banjir Bandang Rendam Belasan Rumah di Taludaa, Jalan Trans Sulawesi Sempat Putus

×

Banjir Bandang Rendam Belasan Rumah di Taludaa, Jalan Trans Sulawesi Sempat Putus

Share this article
BANJIR BANDANG Melanda wilayah Desa Taludaa, Kecamatan Bone, Bonbo, Senin (24/4). Bencana ini mampu merendam belasan rumah warga dan jalan trans Sulawesi. (foto : anas / gorontalo post)

Hargo.co.id TALUDAA – Intensitas curah hujan yang tinggi dalam dua hari terakhir di Taludaa, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango membuat wilayah itu dilanda banjir bandang, Ahad (23/4).

Belasan rumah terendam, bahkan jalan trans sulawesi yang menghubungkan Gorontalo dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sempat tak bisa dilalui karena banjir. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Sementara itu, Senin (24/4) sore, banjir kembali menghantam Taludaa, sistem drainase yang buruk di desa ini, membuat air langsung melubar ke jalan dan merendam belasan rumah.

Pantauan Gorontalo Post, sejumlah warga bersusaha melakukan evakuasi harta benda mereka, namun karena arus air yang cukup deras dan tiba-tiba, banyak warga yang hanya membiarkan harga benda seperti perabotan rumah tangga direndam air.

Riyanti Yunus (40) warga setempat mengatakan, curah hujan yang tinggi membuat kampungnya terendam air.

“Rugi pak, apalagi ini banyak yang tidak dapat kase selamat,’kata Riyanti yang berprofesi sebagai pedagang kios itu.

Air baru surut sekira pukul 19.00 wita, air setinggi 40 Cm itu juga dibarengi dengan lumpur. Selain di Taludaa, desa-desa lainya di Kecamatan Bone juga siaga banjir.

Seperti di Desa Inogaluma, sejumlah anggota TNI dan relawan tagana sudah berjaga-jaga mengantisipasi bencana susulan, hal itu karena intensitas curah hujan yang masih tinggi di wilayah itu.

Sementara itu, di Desa Mootawa, Kecamatan Bone Raya, Bone Bolangso, terjadi longsor. Sebuah batu besar dari atas bukit jatuh dan menutupi menutupi ruas jalan trans Sulawesi.

Beruntung, longsor tidak sampai menutup akses jalan. Hanya saja, batu besar yang jatuh kejalan itu mengakibatkan para pengendara kesulitan melintas, sebab berada di area tanjakan.

Harus alat berat yang kasi keluar batu ini, kalau hanya orang tidak mampu, besar sekali,”kata Nixon Matulu (30), sopir taksi garuda yang melintas di kawasan itu, Ahad (23/4). (tr-54/hg)