Setelah Tembak Anak yang Dikira Pencuri, Aiptu BS Raib

×

Setelah Tembak Anak yang Dikira Pencuri, Aiptu BS Raib

Share this article
BERDUKA: Teman-teman sekolah Bagas Alfravigo menangis di depan kamar jenazah, saat menunggu proses otopsi di Rumah Sakit M Yunus Kota Bengkulu Rabu (26/4). (RIO SUSANTO BENGKULU EKSPRESS)

Hargo.co.id – Berselang sehari setelah insiden salah tembak yang menewaskan sang anak, Bagas Alfravigo, keberadaan Aiptu BS masih misterius.

Dia sempat dikabarkan meninggalkan rumah dengan membawa tas dan mengendarai sepeda motor Honda Revo ke rumah temannya. Lalu, mendatangi rumah mertuanya di Desa Karang Tinggi. Namun, keluarga Aiptu BS kini memilih bungkam.

Di sisi lain, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yovianes Mahar kembali menegaskan keyakinannya bahwa peristiwa penembakan oleh Aiptu BS terhadap anak kandungnya bukanlah sebuah kesengajaan.

Meski belum ada keterangan langsung dari Aiptu BS, insiden tersebut diyakini sebagai kecelakaan atau kelalaian. Namun, Aiptu BS tetap harus bertanggung jawab dalam sidang komite kode etik Polri.

Sementara itu, di mata hukum pidana, meskipun kelalaiannya telah mengakibatkan hilangnya nyawa sang anak, Aiptu BS tidak harus mempertanggungjawabkannya secara hukum.

Bisa saja, Aiptu BS tidak diproses secara pidana umum. Hal itu tersirat dari ungkapan Kapolda ketika menegaskan akan ada proses hukum yang harus dilalui.

”Saya meyakini yang bersangkutan itu lalai melepaskan tembakan. Tidak mengetahui siapa yang ditembak. Kita akan melihatnya dulu secara hukum.

Apa permasalahan yang sebenarnya terjadi. Selanjutnya, baru menentukan langkah yang akan diambil,” tegasnya.

Yang jelas, saat ini pihaknya melihat insiden itu sebagai kecelakaan. ”Kita belum bisa mengambil keputusan. Secara pribadi, pimpinan dan seluruh jajaran institusi Polri saat ini sedang berduka,” ungkapnya.

Sejauh ini keberadaan Aiptu BS belum diketahui. Karena itu, belum didapat keterangan secara langsung mengenai kronologi kejadian.

Polisi baru mendapat keterangan dari istri Aiptu BS. Namun, Yovi mengimbau masyarakat tidak terjebak pada isu yang belum jelas mengenai kejadian tersebut. Dia meminta masyarakat melakukan penilaian secara objektif.

”Agar objektif, kita tunggu dulu pemeriksaan terhadap yang bersangkutan (Aiptu BS). Saya meyakini kejadian itu merupakan kecelakaan berdasar keterangan ibu korban dan informasi yang saya dapat.” (cuy/c7/ami/hg)