GORONTALO Hargo.co.id – Langkah Marten Taha untuk kembali merebut kursi Walikota Gorontalo pada periode mendatang sepertinya tidak mudah. Walikota Gorontalo ini mendapat banyak pesaing, termasuk koleganya sendiri di partai Golkar. Adalah Rum Pagau, yang kini resmi bersaing dengan Marten Taha.
Mantan Bupati Boalemo ini membuktikan ucapannya ikut Pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilwako) Gorontalo 2018. Kemarin (27/4), eks Ketua DPD II Golkar Boalemo itu mendaftar dalam penjaringan Calon Walikota Partai Demokrat.
Rum Pagau datang ke kantor DPC Partai Demokrat sekitar pukul 11.00 wita. Dia didampingi oleh tim pemenang dan diterima oleh Sekertaris DPC Partai Demokrat Jemmy Mamangkey dan anggota tim 9 DPC Demokrat Kota Gorontalo.
Saat tiba, Rum langsung menyerahkan berkas pendaftarannya. Pada kesempatan itu, Rum Pagau memaparkan visi-misinya dihadapan kader Demokrat. Ia menyatakan siap membangun Kota Gorontalo lebih baik lagi. “Kota Gorontalo ini adalah ibu kota Provinsi Gorontalo.
Dia adalah wajah Gorontalo. Karena itu harus dibangun lebih baik lagi,” kata Rum Pagau. Mantan ketua DPRD Kabupaten Boalemo ini mengatakan kalau ia sudah siap bertarung dalam Pilwako, dan sangat optimis kalau rekomendasi dari partai Demokrat akan jatuh kepadanya. “Sebelum daftar kesini, saya sudah komunikasi dengan pak Gusnar Ismail dan pak Arifin Djakani,” kata Rum Pagau.
Ada pernyataan menarik yang disampaikan Rum Pagau saat menjawab pertanyaan wartawan pada sesi jumpa pers. Saat itu awak media menanyakan dengan keikutsertaannya di Pilwako apakah tidak akan lebih menambah friksi di tubuh Partai Golkar. Mengingat Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Marten Taha bakal ikut. Belum lagi kader-kader lain seperti Budi Doku, Fedriyanto Konio dan Riyan Kono.
Menjawab pertanyaan ini, Rum Pagau menjelaskan, bahwa sejak keputusan DPD I Golkar Provinsi Gorontalo memberhentikannya dari Ketua DPD II Golkar Boalemo, dia merasa lebih bebas untuk ikut Pilwako. “Saya sudah dipecat (diberhentikan.red) dari ketua Partai Golkar Boalemo. Dan sekarang saya bebas mendaftar di partai mana saja untuk Pilwako termasuk Demokrat,” ungkap Rum Pagau.
Lebih jauh Rum Pagau menjelaskan, pengalaman pahit yang ia alami saat ikut Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Boalemo, telah menempa mentalnya dalam mengikuti Pilkada. Dengan pengalaman itu justru dia merasa lebih siap ikut Pilwako. “Ketika saya dicoret oleh KPU (saat Pilbup Boalemo.red), saya tidak sedih dan kuat. Saya hanya ambil hikmahnya saja. Mungkin saya tidak direstui lagi di Bolameo dan ditakdirkan untuk Kota Gorontalo,” katanya.
