Hargo.co.id LIMBOTO – Pihak PDAM Kabupaten Gorontalo mengambil kebijakan tegas dengan memutus sambungan air bersih PDAM ke Pasar Shoping Limboto.
Ini menyusul tunggakan pembayaran untu Shoping yang sudah mencapai 4 bulan. Anehnya, para pedagang shoping sendiri mengaku rutin membayar iuran untuk air ke pengelola setempat.
Pantauan Gorontalo Post, Kamis (27/4), lantaran suplay air bersih digunting PDAM para pedagang di Shoping Limboto kerepotan.
Mereka harus mengangkut air bersih dari warga sekitar. “Sudah 1 bulan PDAM kse putus pak, Katanya 4 bulan menunggak.
Padahal tiap hari saya ini jaga ba bayar sama pengelola pasar pak,” ujar Evi (38), salah satu pedagang.
Direktur PDAM Kabupaten Gorontalo Raden Sahi mengatakan pihaknya terpaksa harus melakukan pemutusan terhadap para pedagang Shoping ini karena jumlah tunggakanny sudah membengkak.
Jika hal itu terus dibiarkan maka bisa berdampak buruk bagi pendapatan PDAM.
“Tunggakan shoping sudah mencapai lebih dari Rp 20 juta Rupiah, Kami akan menyambung ulang asalkan tunggakan tersebut dibayar dulu oleh pengelola setempat,” kata Raden.
Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Gorontalo Darwin Romi Syahrain mengatakan, pihaknya masih terus mencarikan solusi bagi sejumlah pedagang yang kini tak bisa lagi menikmati air bersih dari PDAM.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM untuk mengupayakan penyambungan ulang, dan pihak PDAM sendiri telah memberikan kebijakan untuk membayarkan tunggakan 1 bulan dulu sehingga bisa langsung dilakukan pemasangan,” jelasnya.
Sementara untuk dugaan penggelapan iuran PDAM yang setiap harinya disetor oleh para pedagang ini,
Darwin Romi Syahrain menegaskan pihaknya masih akan menelusuri kebenarannya.
“Kami telah memanggil para pengelola pasar yang bertanggung jawab terhadap iuran PDAM, dan kami masih terus telusuri masalah ini,” tambahnya.(tr-55/hargo)
