May Day is Happy Day

×

May Day is Happy Day

Share this article

Hargo.co.id – Serikat buruh dapat dinilai telah menjadi bagian penting dalam sebuah Pemerintahan. Bahkan organisasi ini disebut sebagai salah satu organisasi yang cukup baik dalan mengolah sebuah kelas yang memiliki persfektif, tujuan, dan psikologis yang sama.Maka tak heran, keberadaan kaum buruh kerap dijadikan modal politik untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Buruh meyakini bahwasannya hingga sekaran apa yang mereka terima dirasa kurang adil. Oleh karena itu, sebagai bagian penting dalam bermasyarakat, organisasi ini tak pernah berhenti memperjuangkan aspirasi dijalan terhadap Pemerintah.

Sikap anarkis dengan demonstrasi buruh memang masih melekat, namun untuk merubah sebuah stigma buruk itu, buruh pun ingin lebih mendekatkan diri dengan cara-cara yang santun dalam mengkritisi kebijakan Pemerintah yang walaupun dikatakan masih belum pro ke mereka.

Mencapai upaya damai memang bukan perkara mudah ditengah derasnya cibiran terhadap para buruh. Namun mayarakat pekerja lainnya tak luput ikut merasakan hasil dari perjuangan kaum buruh.

Kaum buruh, dikatakan Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992, Sunarti, buruh pada dasarnya tidak menolak atau pun menentang kebijakan politik dalam hal ini Pemerintah. Bahkan buruh, lanjut Sunarti sangat senang jika buruh diajak duduk bareng dalam menyelesaikan segala persoalan.

Sementara aksi yang selama ini dikatakan aksi anarkis mereka cenderung mengelak. Karena bagi mereka lewat jalur diskusi dan dialog lebih bermanfaat ketimbang turun ke jalan yang berdampak merugikan banyak pihak. Oleh karena itu SBSI siap berdialog dengan Pemerintah.

Sunarti juga menambahkan, SBSI 1992 turun kejalan pada Senin 1 Mei besok tak lain untuk berkreasi menyampaikan pendapat. Lanjutnya lagi, ada beberapa sudah disiapkan untuk disampaikan berdialog dengan pemerintah.

“Serikat buruh lebih seneng berdialog daripada turun kejalan dan tidak merugikan kaum buruh juga, kenapa harus panas-panasan. Tidak ada serikat buruh yang mau turun kejalan manakala ada perundingan. Sebenarnya buruh lebih senang berdialog jadi tidak berbenturan dengan aparat atau dengan siapapun,” tegas Sunarti saat di berbialog di Gedung Juang 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Minggu (30/4).

Untuk itu Sunarti juga mengimbau kepada buruh yang besok menyuarakan aspirasinya agar tidak terkena provokasi dari pihak luar. “Saya dari buruh dan masuk ke serikat buruh tidak untuk dipakai pihak manapun,” lanjut dia.

Sementara itu untuk mengantisipasi kemanan jalannya hari buruh besok atau May day, pihak kepolisian telah menyiagakan personilnya ditiap titik-titik yang dinilai urgent. Dan juga akan ada pengalihan arus di sekitar istanan dan DPR.

“Konteksnya Polri menlayani dan mengayomi. Untuk personil Polda Metro Jaya mengerahkan pasukan sekitar 17 ribuan personil, besok ada pengalihan arus di depan istana juga,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto usai menghadiri Diskusi Buruh yang digelar SBSI

Adapun jumlah buruh yang akan meramaikan hari buruh di dekat Istana Kepresidenan, Setyo mengatakan jumlah buruh yang akan meramaikan estimasinya sekitar 40 ribu buruh. Menurut Setyo, mereka akan melakukan kegiatan dekat istana.

Polri dalam tugas dan tanggung jawab yang akan dilaksanakan dilapangan sangat meyakini bahwa kegiatan May Day akan berjalan damai dan kondusif. Setyo berharap kegiatan trsbut berjalan damai dan aman.
“Jadi Besok May Day is happy Day,” ungkapnya tersenyum. (hg/wok)