Hargo.co.id GORONTALO – Gula pasir merupakan salah satu komoditi pangan yang akan diburu warga menjelang bulan suci Ramadan.
Namun, harga gula di pasar-pasar tradisional masih relatif tinggi. Bahkan, bukan tidak mungkin jika permintaan semakin meningkat, harga gula pasir lokal bakal merangkak naik.
Dari pantauan Gorontalo Post, harga gula baik yang ada di pasar sentral Kota Gorontalo dan pasar rakyat kompleks shoping center Limboto berkisar antara Rp 14.000 hingga Rp 15.500 per Kg.
Harga tersebut, menurut sejumlah pedagang, sudah bertahan selama lebih dari tiga bulan terakhir ini.
Elen, salah seorang pedagang sembako di pasar Limboto mengatakan, permintaan gula belakangan ini sudah meningkat.
Dia memprediksi permintaan tersebut bakal naik hingga awal Ramadan pada akhir pekan ini.
“Saat ini dari oto kampas (mobil box,red) masih lancar-lancar. Per koli biasa kita ambil Rp 700 Ribuan,” ungkap Elen.
Jika pasokan masih lancar, dia yakin harga gula tidak akan naik.
Sementara itu, Fami Halid, seorang ibu rumah tangga mengatakan, harga gula saat ini masih relatif terjangkau. Namun mengingat mendekati Ramadan dan mengadapi lebaran Idul Fitri nanti, harga gula saat ini cukup memberatkan.
“Biasa kalau moment bulan puasa dan hari raya Idul Fitri, gula kita beli untuk bikin kue. Mudah-mudahan tidak naik lagi,” terang perempuan yang menjual kue kering ini.
Sementara itu, pemerintah telah menetapkan harga gula tidak boleh jual diatas Rp 12.500. Saat ini pun, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Gorontalo masih menyimpan gula sedikitnya 581 Ton.
Serapan gula Bulog oleh masyarakat yang masih minim digadang-gadang menjadi penyebab masih tingginya harga gula.
“Untuk itu kita akan melakukan operasi pasar setiap hari bersama dengan pemerintah daerah,” tandas Syamsudin, Kepala Bulog Sub Divre Gorontalo.(axl/hargo)
