Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Boalemo memperluas peran kader Posyandu dalam mendukung program pembangunan sosial di daerah.
Selain menjalankan tugas pelayanan kesehatan, para kader kini didorong ikut berperan aktif membantu pemerintah menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berpotensi menjadi peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 71.
Arahan tersebut disampaikan Bupati Boalemo Rum Pagau saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu
dalam Implementasi Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Cabana Resort and Resto, Kecamatan Botumoito, Kamis (4/6/2026).
Menurut Rum Pagau, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berada di garda terdepan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat keluarga.
Kondisi itu menjadikan kader sebagai sumber informasi yang akurat terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan desa.
“Kader Posyandu paling memahami kondisi masyarakat di wilayahnya. Mereka mengetahui keluarga yang membutuhkan perhatian pemerintah, termasuk anak-anak yang belum mengenyam pendidikan atau berisiko putus sekolah. Untuk itu saya berharap kader ikut membantu menjangkau calon siswa Sekolah Rakyat,” ujar Rum Pagau.
Ia menilai keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada kesiapan sarana dan dukungan anggaran, tetapi juga pada ketepatan sasaran penerima manfaat.
Pemerintah harus memastikan seluruh anak dari keluarga miskin yang memenuhi kriteria dapat terdata dan memperoleh akses pendidikan yang layak.
Rum Pagau mengungkapkan, masih terdapat sejumlah keluarga yang belum mendapatkan informasi memadai mengenai program Sekolah Rakyat.
Di sisi lain, terdapat pula masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan.
Maka dari itu, keterlibatan kader Posyandu dinilai sangat penting untuk memperkuat proses pendataan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat program tersebut.
Bupati juga menegaskan bahwa transformasi Posyandu melalui implementasi enam Standar Pelayanan Minimal menuntut kader memiliki kapasitas yang lebih luas.
Tidak hanya berkutat pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, kader kini diharapkan mampu mendukung berbagai layanan dasar lainnya,
mulai dari pendidikan, sosial, perlindungan perempuan dan anak hingga pemberdayaan masyarakat.
“Dengan cakupan enam SPM, kader menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat. Termasuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik,” tegasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Boalemo optimistis proses penjangkauan calon peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 71 akan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,
sekaligus menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus rantai kemiskinan di daerah.(Rls)












